<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar untuk Blog Abu Annisa | Meniti Jejak Generasi Terbaik Ummat</title>
	<atom:link href="http://abuannisa.wordpress.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abuannisa.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 May 2009 04:34:12 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Komentar di Hukum Seputar Cadar (Niqab) oleh ana</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/2007/08/07/hukum-seputar-cadar-niqab/#comment-157</link>
		<dc:creator>ana</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 20 May 2009 04:34:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/2007/08/07/hukum-seputar-cadar-niqab/#comment-157</guid>
		<description>jadi kesimpulannya cadar = wajib kan?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jadi kesimpulannya cadar = wajib kan?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Anugerah Itu Betul2 Datang… oleh Abu Syifa"</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/2009/04/22/135/#comment-156</link>
		<dc:creator>Abu Syifa"</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 11:26:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/2009/04/22/135/#comment-156</guid>
		<description>Bismillah, salut buat adiku. Satu hal yang wajib dilakukan dalam menghadapi musibah atau cobaan adalah BERSABAR. Antum sudah lebih dari itu, karena tingkatan diatasnya adalah RIDO dan BERSUKUR. Subhanalloh tingkatan tertinggi sudah bisa dicapai. Afwan baru bisa ngerecoki sekarang dah lama ga ngunjungin blog ini he,he (dah lama ga browsing aja ketang). Sekali lagi salut dan terus istiqomah.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah, salut buat adiku. Satu hal yang wajib dilakukan dalam menghadapi musibah atau cobaan adalah BERSABAR. Antum sudah lebih dari itu, karena tingkatan diatasnya adalah RIDO dan BERSUKUR. Subhanalloh tingkatan tertinggi sudah bisa dicapai. Afwan baru bisa ngerecoki sekarang dah lama ga ngunjungin blog ini he,he (dah lama ga browsing aja ketang). Sekali lagi salut dan terus istiqomah&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Anugerah Itu Betul2 Datang… oleh abuannisa</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/2009/04/22/135/#comment-150</link>
		<dc:creator>abuannisa</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 19:21:05 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/2009/04/22/135/#comment-150</guid>
		<description>Waalaykumussalam Warahmatullohi Wabarokaatuh, jazakumulloh khair. Salam kembali buat keluarga di wonosobo.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Waalaykumussalam Warahmatullohi Wabarokaatuh, jazakumulloh khair. Salam kembali buat keluarga di wonosobo.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Anugerah Itu Betul2 Datang… oleh Abu Mazaya</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/2009/04/22/135/#comment-149</link>
		<dc:creator>Abu Mazaya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 09:48:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/2009/04/22/135/#comment-149</guid>
		<description>Assalamu&#039;alaikum Wr.Wb...Salam kenal,Selamat Atas Kelahiran Putri Ke-2, semoga jadi anak yang solehah dan berbakti pada kedua orang tua..Salam dari Keluarga Dhek Balqis di Wonosobo.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum Wr.Wb&#8230;Salam kenal,Selamat Atas Kelahiran Putri Ke-2, semoga jadi anak yang solehah dan berbakti pada kedua orang tua..Salam dari Keluarga Dhek Balqis di Wonosobo.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Anugerah Datang Lagi… oleh anakalas</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/2008/08/24/anugerah-datang-lagi%e2%80%a6/#comment-146</link>
		<dc:creator>anakalas</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 08 Apr 2009 14:09:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/?p=120#comment-146</guid>
		<description>selamat ya Her...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>selamat ya Her&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di AboutMe oleh abusalman007</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/aboutme/#comment-138</link>
		<dc:creator>abusalman007</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 01:23:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/aboutme/#comment-138</guid>
		<description>walah, disini ta, profilnya.he5x salam kenal akh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>walah, disini ta, profilnya.he5x salam kenal akh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Buku Tamu oleh abusalman007</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/buku-tamu/#comment-137</link>
		<dc:creator>abusalman007</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 01:19:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/buku-tamu/#comment-137</guid>
		<description>Bismillah

Salam kenal, komennya banyak yang bernuansa bisnis y.he5x

ana abu salman al jawy dari jogja, silahkan mampir di http://dunludngaji.wordpress.com

asli mana akh?

Barakallahu Fiikum</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bismillah</p>
<p>Salam kenal, komennya banyak yang bernuansa bisnis y.he5x</p>
<p>ana abu salman al jawy dari jogja, silahkan mampir di <a href="http://dunludngaji.wordpress.com" rel="nofollow">http://dunludngaji.wordpress.com</a></p>
<p>asli mana akh?</p>
<p>Barakallahu Fiikum</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Jual Beli dengan Sistem Kredit oleh DLA games</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/2008/08/11/jual-beli-dengan-sistem-kredit/#comment-136</link>
		<dc:creator>DLA games</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 04:52:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/?p=117#comment-136</guid>
		<description>Artikel yang menarik.......
&lt;a href=&quot;http://dlagames.multiply.com/r/b&quot; rel=&quot;nofollow&quot;&gt;&lt;/a&gt;</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Artikel yang menarik&#8230;&#8230;.<br />
<a href="http://dlagames.multiply.com/r/b" rel="nofollow"></a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Buku Tamu oleh Muhammad Reza</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/buku-tamu/#comment-133</link>
		<dc:creator>Muhammad Reza</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Jan 2009 13:51:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/buku-tamu/#comment-133</guid>
		<description>assalamu&#039;alaykum...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>assalamu&#8217;alaykum&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Komentar di Mengapa Kita Harus Menamai Diri Kita Salafy oleh ricky</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/2007/08/13/mengapa-kita-harus-menamai-diri-kita-salafy/#comment-132</link>
		<dc:creator>ricky</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2009 06:46:59 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/2007/08/13/mengapa-kita-harus-menamai-diri-kita-salafy/#comment-132</guid>
		<description>Fatwa Syaikh Shalih Al-Fauzan: Salaf adalah Hizbullah Yang Beruntung, Adapun Penamaan Dengan As-Salafi Atau Al-Atsari Tidak Ada Asal Usulnya

  

Seseorang bertanya, “Wahai Fadhilatusy Syaikh Shalih Al-Fauzan—semoga Allah senantiasa memberikan taufiknya kepada Anda, kami mendengar sebagian orang mengatakan, ‘Tidak boleh intisab “menyandarkan diri” pada salaf dan Salafiyyah dianggap sebagai salah satu hizb ‘golongan’ yang hidup pada masa tertentu.’ Apa pendapat Anda mengenai pernyataan ini?”

 

Sayikh Shalih AL-Fauzan menjawab, “Iya! Salaf adalah hizbullah ‘golongan Allah’. Salaf adalah golongan, akan tetapi ia adalah hizbullah. Allah berfirman:

  

“Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung”. (Al-Mujadillah [58]: 22)

  

Barangsiapa menyelisihi salaf, maka mereka adalah golongan-golongan sesat lagi meyimpang. Golongan itu sendiri bermacam-macam. Ada golongan Allah (hizbullah) dan ada golongan setan (hizbusy syaithan) sebagaimana tercantum di akhir surat Al-Mujadilah. Ada hizbullah dan ada hizbusy syaithan. Golongan pun beragam. Barangsiapa berada di atas manhaj Al-Kitab dan As-Sunnah, maka dia adalah hizbullah. Sebaliknya, barangsiapa berada di atas manhaj sesat, maka dia adalah hizbusy syaithan. Engkau tinggal memilih; mau menjadi hizbullah atau menjadi hizbusy syaithan! Pilih sendiri!”

  

Kemudian Syaikh Hafizhuhullah ditanya, “Wahai Syaikh—semoga Allah senantiasa memberikan taufiknya kepada Anda, sebagian orang mengembel-embeli di belakang namanya dengan As-Salafi atau Al-Atsari. Apakah ini termasuk bentuk penyucian terhadap diri sendiri? Atau apakah memang sesuai dengan syariat?”

  

Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhuhullah menjawab, “Yang wajib adalah seseorang mengikuti kebenaran. Yang wajib adalah seseorrang mengkaji dan mencari kebenaran serta mengamalkannya. Adapun dia menamai dirinya dengan As-Salafi atau Al-Atsari dan yang semisal, maka tidak ada alasan untuk dapat mengklaim dengan nama ini.

  Allah Yang Maha Mengetahui berfirman:

“Katakanlah (kepada mereka), ‘Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al-Hujurat [49]: 16)

  

Menamakan diri dengan As-Salafi, Al-Atsari, dan yang semisal adalah tidak ada asal-usulnya. Kita melihat pada substansi nyata; bukan perkataan, penamaan diri, maupun pengakuan.

  

Terkadang, seseorang mengatakan kepada orang lain, ‘Ia salafi’, padahal orang tersebut bukan salafi (pengikut manhaj salaf). Atau juga mengatakan, ‘Ia atsari’, padahal orang yang ditunjuk bukan atsari (pengikut atsar salaf). Sebaliknya, seseorang adalah salafi (pengikut manhaj salaf) dan atsari (pengikut atsar salaf), namun tidak mengatakan, “Aku ini atsari, Aku ini salafi.’ Hendaknya kita melihat pada substansi nyata; bukan pada penamaan maupun klaim pengakuan.

  Seorang muslim harus komitment dengan adab terhadap Allah swt. Tatkala orang-orang Arab Badui mengatakan, ‘Kami telah beriman!’ Allah mengingkari mereka. Allah berfirman:

“Orang-orang Arab Badui itu berkata, ‘Kami telah beriman’. Katakanlah (kepada mereka), ‘Kamu belum beriman’, tetapi katakanlah, ‘Kami telah tunduk’.” (Al-Hujurat [49]: 14)

  

Allah mengingkari orang-orang Arab Badui yang menyifati diri mereka sebagai orang beriman. Padahal, mereka belum sampai pada tingkatan beriman. Mereka baru saja masuk Islam; itu pun masih diliputi keraguan.

  Orang-orang Arab Badui itu datang dari pedusunan. Mereka menganggap diri mereka sudah lama menjadi orang beriman. Padahal tidak! Mereka baru saja masuk Islam. Apabila mereka melanjutkan keislaman mereka dan mau belajar, maka keimanan pun akan masuk ke dalam hati mereka sedikit demi sedikit. Allah berfirman:

“Padahal iman itu belum masuk ke dalam hati kalian.” (Al-Hujurat [49]: 14)

  

Kata lamma “belum” menunjukkan sesuatu yang masih menjadi harapan. Maksudnya, iman baru akan masuk tapi engkau sudah menganggap beriman dari pertama kali sebagai bentuk penyucian terhadap diri sendiri. Maka, tidak perlu engkau mengatakan, ‘Aku salafi! Aku atsari! Aku begini dan begini!’ Hendaklah engkau mencari kebenaran dan mengamalkannya. Perbaiki niatmu! Allah-lah Yang Maha Mengetahui substansi nyatanya.”

  

Sumber : http://www.islamgold.com/view.php?gid=2&amp;rid=89</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Fatwa Syaikh Shalih Al-Fauzan: Salaf adalah Hizbullah Yang Beruntung, Adapun Penamaan Dengan As-Salafi Atau Al-Atsari Tidak Ada Asal Usulnya</p>
<p>Seseorang bertanya, “Wahai Fadhilatusy Syaikh Shalih Al-Fauzan—semoga Allah senantiasa memberikan taufiknya kepada Anda, kami mendengar sebagian orang mengatakan, ‘Tidak boleh intisab “menyandarkan diri” pada salaf dan Salafiyyah dianggap sebagai salah satu hizb ‘golongan’ yang hidup pada masa tertentu.’ Apa pendapat Anda mengenai pernyataan ini?”</p>
<p>Sayikh Shalih AL-Fauzan menjawab, “Iya! Salaf adalah hizbullah ‘golongan Allah’. Salaf adalah golongan, akan tetapi ia adalah hizbullah. Allah berfirman:</p>
<p>“Mereka itulah golongan Allah. Ketahuilah, bahwa sesungguhnya golongan Allah itulah golongan yang beruntung”. (Al-Mujadillah [58]: 22)</p>
<p>Barangsiapa menyelisihi salaf, maka mereka adalah golongan-golongan sesat lagi meyimpang. Golongan itu sendiri bermacam-macam. Ada golongan Allah (hizbullah) dan ada golongan setan (hizbusy syaithan) sebagaimana tercantum di akhir surat Al-Mujadilah. Ada hizbullah dan ada hizbusy syaithan. Golongan pun beragam. Barangsiapa berada di atas manhaj Al-Kitab dan As-Sunnah, maka dia adalah hizbullah. Sebaliknya, barangsiapa berada di atas manhaj sesat, maka dia adalah hizbusy syaithan. Engkau tinggal memilih; mau menjadi hizbullah atau menjadi hizbusy syaithan! Pilih sendiri!”</p>
<p>Kemudian Syaikh Hafizhuhullah ditanya, “Wahai Syaikh—semoga Allah senantiasa memberikan taufiknya kepada Anda, sebagian orang mengembel-embeli di belakang namanya dengan As-Salafi atau Al-Atsari. Apakah ini termasuk bentuk penyucian terhadap diri sendiri? Atau apakah memang sesuai dengan syariat?”</p>
<p>Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhuhullah menjawab, “Yang wajib adalah seseorang mengikuti kebenaran. Yang wajib adalah seseorrang mengkaji dan mencari kebenaran serta mengamalkannya. Adapun dia menamai dirinya dengan As-Salafi atau Al-Atsari dan yang semisal, maka tidak ada alasan untuk dapat mengklaim dengan nama ini.</p>
<p>  Allah Yang Maha Mengetahui berfirman:</p>
<p>“Katakanlah (kepada mereka), ‘Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (Al-Hujurat [49]: 16)</p>
<p>Menamakan diri dengan As-Salafi, Al-Atsari, dan yang semisal adalah tidak ada asal-usulnya. Kita melihat pada substansi nyata; bukan perkataan, penamaan diri, maupun pengakuan.</p>
<p>Terkadang, seseorang mengatakan kepada orang lain, ‘Ia salafi’, padahal orang tersebut bukan salafi (pengikut manhaj salaf). Atau juga mengatakan, ‘Ia atsari’, padahal orang yang ditunjuk bukan atsari (pengikut atsar salaf). Sebaliknya, seseorang adalah salafi (pengikut manhaj salaf) dan atsari (pengikut atsar salaf), namun tidak mengatakan, “Aku ini atsari, Aku ini salafi.’ Hendaknya kita melihat pada substansi nyata; bukan pada penamaan maupun klaim pengakuan.</p>
<p>  Seorang muslim harus komitment dengan adab terhadap Allah swt. Tatkala orang-orang Arab Badui mengatakan, ‘Kami telah beriman!’ Allah mengingkari mereka. Allah berfirman:</p>
<p>“Orang-orang Arab Badui itu berkata, ‘Kami telah beriman’. Katakanlah (kepada mereka), ‘Kamu belum beriman’, tetapi katakanlah, ‘Kami telah tunduk’.” (Al-Hujurat [49]: 14)</p>
<p>Allah mengingkari orang-orang Arab Badui yang menyifati diri mereka sebagai orang beriman. Padahal, mereka belum sampai pada tingkatan beriman. Mereka baru saja masuk Islam; itu pun masih diliputi keraguan.</p>
<p>  Orang-orang Arab Badui itu datang dari pedusunan. Mereka menganggap diri mereka sudah lama menjadi orang beriman. Padahal tidak! Mereka baru saja masuk Islam. Apabila mereka melanjutkan keislaman mereka dan mau belajar, maka keimanan pun akan masuk ke dalam hati mereka sedikit demi sedikit. Allah berfirman:</p>
<p>“Padahal iman itu belum masuk ke dalam hati kalian.” (Al-Hujurat [49]: 14)</p>
<p>Kata lamma “belum” menunjukkan sesuatu yang masih menjadi harapan. Maksudnya, iman baru akan masuk tapi engkau sudah menganggap beriman dari pertama kali sebagai bentuk penyucian terhadap diri sendiri. Maka, tidak perlu engkau mengatakan, ‘Aku salafi! Aku atsari! Aku begini dan begini!’ Hendaklah engkau mencari kebenaran dan mengamalkannya. Perbaiki niatmu! Allah-lah Yang Maha Mengetahui substansi nyatanya.”</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.islamgold.com/view.php?gid=2&amp;rid=89" rel="nofollow">http://www.islamgold.com/view.php?gid=2&amp;rid=89</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
