<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog Abu Annisa &#124; Meniti Jejak Generasi Terbaik Ummat</title>
	<atom:link href="http://abuannisa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abuannisa.wordpress.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 28 Sep 2009 06:55:04 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='abuannisa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/e566afcfdb28432247aa7028b3f32b9d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blog Abu Annisa &#124; Meniti Jejak Generasi Terbaik Ummat</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Ayo Berjuang Kembali…</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/2009/09/28/ayo-berjuang-kembali%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://abuannisa.wordpress.com/2009/09/28/ayo-berjuang-kembali%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2009 06:55:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/?p=158</guid>
		<description><![CDATA[Ini bukan cerita tentang peperangan, baik perang kemerdekaan ataupun perang dunia dahulu..
Ini hanya cerita tentang refleksi diri, dimana kita merasakan keinginan untuk selalu berubah dan terus berjuang untuk berubah.
Beberapa waktu lalu di saat ramadhan, selama sebulan penuh kita dilatih dan ditempa untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, serta mengendalikan diri dan hawa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=158&subd=abuannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Ini bukan cerita tentang peperangan, baik perang kemerdekaan ataupun perang dunia dahulu..</p>
<p align="justify">Ini hanya cerita tentang refleksi diri, dimana kita merasakan keinginan untuk selalu berubah dan terus berjuang untuk berubah.<span id="more-158"></span></p>
<p align="justify">Beberapa waktu lalu di saat ramadhan, selama sebulan penuh kita dilatih dan ditempa untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT, serta mengendalikan diri dan hawa nafsu, sehingga beberapa tabiat utama seperti sabar, jujur, ikhlas dan kepedulian sosial melekat dalam diri kita.</p>
<p align="justify">Selama itu pula kadar keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah meningkat tajam. Meski dengan fisik yang lelah karena berpuasa, namun kita masih mampu untuk melaksanakan Qiyamul lail, seperti shalat Tarawih berjamaah di masjid, mushalla dan tempat lainnya. Bahkan disambung lagi dengan “Tadarus” al quran, serta menghidupkan berbagai bentuk majelis taklim, dan ceramah-ceramah agama.</p>
<p align="justify">Kini ramadhan pun telah pergi, apa yang akan kita lakukan pasca Ramadhan ini? Akankah semangat Ramadhan tetap dipertahankan? Jika selama Ramadhan kita taat menjalankan ibadah kepada Allah (taqarrub Ilallah), maka seusai Ramadhan pun kita harus tetap taat dan terus berjuang untuk perubahan dalam kebaikan .</p>
<p align="justify">Jangan sampai kita kena imbas fenomena melemahnya kembali keimanan, ketaatan dalam beribadah dan ketaqwaan kita pasca lebaran. Jangan sampai kita termasuk orang yang asing kembali masuk ke masjid&amp;mushola, yang selama sebulan penuh (saat ramadhan) ramai oleh jamaah.</p>
<p align="justify">Ayo kita berjuang terus, berjuang untuk menegakan kebenaran, ketaatan, keimanan dan ketaqwaan…</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuannisa.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuannisa.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuannisa.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuannisa.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuannisa.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuannisa.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuannisa.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuannisa.wordpress.com/158/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuannisa.wordpress.com/158/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuannisa.wordpress.com/158/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=158&subd=abuannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuannisa.wordpress.com/2009/09/28/ayo-berjuang-kembali%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/000fc85ec6b4fe351cd39a6993654e4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuannisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ada Apa Denganku ???</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/2009/09/01/ada-apa-denganku/</link>
		<comments>http://abuannisa.wordpress.com/2009/09/01/ada-apa-denganku/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 08:00:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/?p=153</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah
Apa yang akan kita lakukan ketika sesuatu yang kita harapkan tak sesuai kenyataan? akankah kita tidak ridho terhadapnya? Sekian lama aku belajar memaknai arti hidup agar meraih Cinta-Nya. Mengharapkan menjadi hamba-Nya yang Khusnul Khotimah, Insya Allah. Ketika tumbuh terus dan semakin mengakar perasaan cintaku kepada hamba-Nya. Ya Alloh, Kenapa selama ini aku tak mampu membendung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=153&subd=abuannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Bismillah</p>
<p align="justify">Apa yang akan kita lakukan ketika sesuatu yang kita harapkan tak sesuai kenyataan? akankah kita tidak ridho terhadapnya? Sekian lama aku belajar memaknai arti hidup agar meraih Cinta-Nya. Mengharapkan menjadi hamba-Nya yang Khusnul Khotimah, Insya Allah. Ketika tumbuh terus dan semakin mengakar perasaan cintaku kepada hamba-Nya. Ya Alloh, Kenapa selama ini aku tak mampu membendung semua rasa itu sesuai kemampuanku. Sungguh, Aku terlalu terlena dalam pandangan cinta dunia, hingga aku terjatuh pada ruang yang gelap dan hampa. Ya Alloh, Hanya kepada Engkau hambamu ini mengadu, mengeluh, berharap dan memohon ampun…<span id="more-153"></span></p>
<p align="justify">Ya Alloh, aku takut akan murka Engkau kelak, tidak sepantasnya aku mencintai tanpa batas terhadap selain Engkau. Ya Allah…beri hamba kesempatan untuk kembali memperbaiki semua ini. Berilah pula hamba pemahaman yang benar bagaimana cara mencintai kepada selain Engkau. Ya Alloh, jangan jadikan dunia ini satu-satunya tujuan hamba. Jangan jadikan fitnah harta, tahta dan wanita sebagai sebaba hamba meningkari Engkau. Ya, Alloh Jadikanlah hamba-Mu ini sebagai hamba yang mampu kembali bertaubat dan terus mengharap ampunan-Mu.</p>
<p align="justify">Jujur hamba akui, bahwasanya saat ini hamba tengah futur dan banyak khilaf. Hambamu ini begitu lama dihinggapi perasaan hampa, tanpa ada kemampuan untuk menepiskan semua perasaan itu. Gundah gulana hati ini jika terus mengingat apa yang telah hamba lalui, banyak hal yang hamba tinggalkan, banyak hal yang hamba singkirkan dan teramat banyak hal yang hamba sia-siakan. Padahal hamba pun sadar bahwasanya kehidupan ini sangat singkat dan teramat singkat jika hamba isi dengan hal-hal seperti yang hamba lakukan selama ini. Ya Alloh, ampuni dan terimalah taubat hamba-Mu ini.</p>
<p align="justify">Ya Alloh yang Maha Pemberi Petunjuk<br />
Tunjukanlah kepada kami bahwa jalan yang benar itu benar. Berikanlah kepada kami kekuatan untuk menapakinya. Tunjukan kepada kami bahwa jalan yang sesat itu adalah sesat, dan berikanlah kepada kami kekuatan untuk menjauhinya…</p>
<p align="justify">Ya Robb…Tunjukilah kami agar selalu di Jalan-Mu yang lurus</p>
<p align="justify">Ya Alloh Yang Maha Pengasih dan Penyayang<br />
Kasihi dan sayangi lah kami… Keluarga kami… Orang tua kami dan para pemimpin kami.. Dengan rohmat dan kasih sayang-Mu…Jadikan kami menjadi manusia yang selalu membawa kebaikan dan manfaat di lingkungan kami berada</p>
<p align="justify">Ya Alloh Yang Maha Pengampun<br />
Ampunilah kesalahan dan khilaf kami …yang disengaja maupun tidak, karena sesungguhnya kami penuh dengan salah, dosa dan alpa…<br />
Ampunilah keluarga dan orang tua kami<br />
Ampunilah para pemimpin kami…</p>
<p align="justify">Ya Alloh Ya Robbi…<br />
Sesungguhnya kami lemah dihadapan-Mu…karena tiada daya dan upaya yang dapat kami lakukan kecuali atas Kuasa-Mu</p>
<p align="justify">Ya Robb, janganlah engkau jadikan hati ini condong kepada kesesatan setelah Engkau beri petunjuk kepada kami dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu karena sesungguhnya Engkau Maha pemberi petunjuk.</p>
<p align="justify">Ya Robb..kabulkan permohonan kami sesungguhnya Engkau Maha Mendengar setiap doa</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuannisa.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuannisa.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuannisa.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuannisa.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuannisa.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuannisa.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuannisa.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuannisa.wordpress.com/153/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuannisa.wordpress.com/153/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuannisa.wordpress.com/153/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=153&subd=abuannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuannisa.wordpress.com/2009/09/01/ada-apa-denganku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/000fc85ec6b4fe351cd39a6993654e4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuannisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peringatan: Cadar, Celana Ngatung dan Janggut bukan Ciri-ciri Teroris</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/2009/09/01/peringatan-cadar-celana-ngatung-dan-janggut-bukan-ciri-ciri-teroris/</link>
		<comments>http://abuannisa.wordpress.com/2009/09/01/peringatan-cadar-celana-ngatung-dan-janggut-bukan-ciri-ciri-teroris/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Sep 2009 07:28:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Ketahuilah wahai kaum Muslimin, menggunakan cadar bagi wanita muslimah, mengangkat celana jangan sampai menutupi mata kaki dan membiarkan janggut tumbuh bagi seorang laki-laki Muslim adalah kewajiban agama dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan terorisme, sebagaimana yang akan kami jelaskan nanti bukti-buktinya insya Allah dari al-Qur’an dan as-Sunnah serta penjelasan para Ulama ummat.
Benar bahwa sebagian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=150&subd=abuannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Ketahuilah wahai kaum Muslimin, menggunakan cadar bagi wanita muslimah, mengangkat celana jangan sampai menutupi mata kaki dan membiarkan janggut tumbuh bagi seorang laki-laki Muslim adalah kewajiban agama dan tidak ada hubungannya sama sekali dengan terorisme, sebagaimana yang akan kami jelaskan nanti bukti-buktinya insya Allah dari al-Qur’an dan as-Sunnah serta penjelasan para Ulama ummat.<span id="more-150"></span></p>
<p align="justify">Benar bahwa sebagian Teroris juga mengamalkan kewajiban-kewajiban di atas, namun apakah setiap yang mengamalkannya dituduh Teroris?! Kalau begitu bersiaplah menjadi bangsa yang teramat dangkal pemahamannya… Maka inilah keterangan ringkas yang insya Allah dapat meluruskan kesalah pahaman.</p>
<p align="justify">Pertama: Dasar kewajiban menggunakan cadar bagi Muslimah<br />
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: “Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al Ahzab: 59)</p>
<p align="justify">Perhatikanlah, ayat ini memerintahkan para wanita untuk menutup seluruh tubuh mereka tanpa kecuali. Berkata As-Suyuthi rahimahullah, “Ayat hijab ini berlaku bagi seluruh wanita, di dalam ayat ini terdapat dalil kewajiban menutup kepala dan wajah bagi wanita.” (Lihat Hirasatul Fadhilah, hal. 51, karya Asy-Syaikh Bakr bin Abdullah Abu Zaid rahimahullah).</p>
<p align="justify">Istri Nabi shallallahu’alaihi wa sallam yang mulia: ‘Aisyah radhiyallahu’anha dan para wanita di zamannya juga menggunakan cadar, sebagaimana penuturan ‘Aisyah radhiyallahu’anha berikut:<br />
“Para pengendara (laki-laki) melewati kami, di saat kami (para wanita) berihram bersama-sama Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam. Maka jika mereka telah dekat kepada kami, salah seorang di antara kami menurunkan jilbabnya dari kepalanya sampai menutupi wajahnya. Jika mereka telah melewati kami, maka kami membuka wajah.” (HR. Ahmad, Abu Dawud, Ibnu Majah dan lain-lain).</p>
<p align="justify">Kedua: Dasar kewajiban mengangkat celana, jangan sampai menutupi mata kaki bagi laki-laki Muslim<br />
Banyak sekali dalil yang melarang isbal (memanjangkan pakaian sampai menutupi mata kaki), diantaranya sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu:<br />
“Bagian kain sarung yang terletak di bawah kedua mata kaki berada di dalam neraka.” (HR. Al-Bukhori, no. 5787).</p>
<p align="justify">Dan hadits ‘Aisyah radhiyallahu’anha:<br />
“Bagian kain sarung yang terletak di bawah mata kaki berada di dalam neraka.” (HR. Ahmad, 6/59,257).</p>
<p align="justify">Ketiga: Dasar kewajiban membiarkan janggut tumbuh bagi laki-laki Muslim<br />
Dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, beliau berkata: “Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan untuk memotong kumis dan membiarkan janggut.” (HR. Muslim no. 624)</p>
<p align="justify">Juga dari Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:<br />
“Berbedalah dengan orang-orang musyrik; potonglah kumis dan biarkanlah janggut.” (HR. Muslim no. 625).</p>
<p>Dan masih banyak hadits lain yang menunjukkan perintah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam untuk membiarkan janggut tumbuh, sedang perintah hukum asalnya adalah wajib sepanjang tidak ada dalil yang memalingkannya dari hukum asal.</p>
<p align="justify">Demikianlah penjelasan ringkas dari kami, semoga setelah mengetahui ini kita lebih berhati-hati lagi dalam menyikapi orang-orang yang mengamalkan sejumlah kewajiban di atas. Tentu sangat tidak bijaksana apabila kita mengeneralisir setiap orang yang nampak kesungguhannya dalam menjalankan agama sebagai teroris atau bagian dari jaringan teroris, bahkan minimal ada dua resiko berbahaya apabila seorang mencela dan membenci satu kewajiban agama atau membenci orang-orang yang mengamalkannya (disebabkan karena amalan tersebut):</p>
<p align="justify">Pertama: Berbuat zhalim kepada wali-wali Allah, sebab wali-wali Allah adalah orang-orang yang senantiasa menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, baik perintah itu wajib maupun sunnah. Dan barangsiapa yang memusuhi wali Allah dia akan mendapatkan kemurkaan Allah ‘Azza wa Jalla.</p>
<p align="justify">Allah Ta’ala berfirman: “Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa”. (Yunus: 62-63)</p>
<p align="justify">Dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, beliau berkata : Rasulullah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman, ‘Barangsiapa yang memusuhi wali-Ku maka Aku umumkan perang terhadapnya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih aku cintai daripada amal yang Aku wajibkan kepadanya. Dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amal-amal sunnah sampai Aku mencintainya. Apabila Aku sudah mencintainya maka Akulah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, Akulah pandangannya yang dia gunakan untuk melihat, Akulah tangannya yang dia gunakan untuk berbuat, Akulah kakinya yang dia gunakan untuk melangkah. Kalau dia meminta kepada-Ku pasti akan Aku beri. Dan kalau dia meminta perlindungan kepada-Ku pasti akan Aku lindungi.’.” (HR. Bukhari, lihat hadits Arba’in ke-38).</p>
<p align="justify">Faidah: Para Ulama menjelasakan bahwa makna, “Akulah pendengarannya yang dia gunakan untuk mendengar, Akulah pandangannya yang dia gunakan untuk melihat, Akulah tangannya yang dia gunakan untuk berbuat, Akulah kakinya yang dia gunakan untuk melangkah” adalah hidayah dari Allah Ta’ala kepada wali-Nya, sehingga ia tidak mendengar kecuali yang diridhai Allah, tidak melihat kepada apa yang diharamkan Allah dan tidak menggunakan kaki dan tangannya kecuali untuk melakukan kebaikan.</p>
<p align="justify">Kedua: Perbuatan tersebut bisa menyebabkan kekafiran, sebab mencela dan membenci satu bagian dari syari’at Allah Jalla wa ‘Ala, baik yang wajib maupun yang sunnah, atau membenci pelakunya (disebabkan karena syari’at yang dia amalkan) merupakan kekafiran kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala.</p>
<p align="justify">Berkata Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah pada pembatal keislaman yang kelima:<br />
“Barangsiapa membenci suatu ajaran yang dibawa oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam walaupun dia mengamalkannya, maka dia telah kafir.”</p>
<p align="justify">Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman: “Yang demikian karena sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah (Al-Qur’an) lalu Allah menghapuskan amalan-amalan mereka.” (Muhammad: 9)<br />
Maka berhati-hatilah wahai kaum Muslimin.</p>
<p align="justify">Dan kepada Ikhwan dan Akhwat yang telah diberikan hidayah oleh Allah untuk dapat menjalankan kewajiban-kewajiban di atas hendaklah bersabar dan tetap tsabat (kokoh) di atas sunnah, karena memang demikianlah konsekuensi keimanan, mesti ada ujian yang menyertainya.</p>
<p align="justify">Dan wajib bagi kalian untuk senantiasa menuntut ilmu agama dan menjelaskan kepada ummat dengan hikmah dan lemah lembut, serta hujjah yang kuat agar terbuka hati mereka insya Allah, untuk menerima kebenaran ilmu yang berlandaskan al-Qur’an dan as-Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah, bukan pemahaman Teroris. Wallohul Musta’an.</p>
<p align="justify">Tanah Baru, Depok, 3 Ramadhan 1430 H.</p>
<p align="justify">Sumber : <a href="http://www.ruhendi.com/www.ahlussunnah-jakarta.com/artikel_detil.php?id=374" target="_blank">Publikasi Ahlussunnah Jakarta</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuannisa.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuannisa.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuannisa.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuannisa.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuannisa.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuannisa.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuannisa.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuannisa.wordpress.com/150/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuannisa.wordpress.com/150/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuannisa.wordpress.com/150/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=150&subd=abuannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuannisa.wordpress.com/2009/09/01/peringatan-cadar-celana-ngatung-dan-janggut-bukan-ciri-ciri-teroris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/000fc85ec6b4fe351cd39a6993654e4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuannisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Rangkuman Artikel Hukum Seputar Puasa</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/2009/08/25/rangkuman-artikel-hukum-seputar-puasa/</link>
		<comments>http://abuannisa.wordpress.com/2009/08/25/rangkuman-artikel-hukum-seputar-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 07:24:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Bismillah
Berikut artikel seputar Ramadhan semoga bermanfaat dalam mempersiapkan ilmu dalam mengisi bulan Ramadhan. a. Persiapan Menjelang Ramadhan
1. http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1333 Risalah menyambut bulan suci Ramadhan
2. http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1348 Definisi &#38; Sejarah Turunnya Syariat Shaum Ramadhan
3. http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1316 Hukum Ringkas Puasa Ramadhan
4. http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1320 Puasa Tidak Sekedar Menahan Makan dan Minum
5. http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&#38;id_artikel=265 Penentuan Hilal awal bulan Ramadhan dan Syawal
6. http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1339 Memulai Shaum [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=147&subd=abuannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Bismillah</p>
<p align="justify">Berikut artikel seputar Ramadhan semoga bermanfaat dalam mempersiapkan ilmu dalam mengisi bulan Ramadhan. <strong>a. Persiapan Menjelang Ramadhan</strong><span id="more-147"></span><br />
1. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1333" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1333</a> Risalah menyambut bulan suci Ramadhan</p>
<p align="justify">2. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1348" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1348</a> Definisi &amp; Sejarah Turunnya Syariat Shaum Ramadhan</p>
<p align="justify">3. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1316" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1316</a> Hukum Ringkas Puasa Ramadhan</p>
<p align="justify">4. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1320" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1320</a> Puasa Tidak Sekedar Menahan Makan dan Minum</p>
<p align="justify">5. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=265" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=265</a> Penentuan Hilal awal bulan Ramadhan dan Syawal</p>
<p align="justify">6. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1339" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1339</a> Memulai Shaum Ramadhan Berdasarkan Ru’yatul Hilal</p>
<p align="justify">7. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1338" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1338</a> Ketika Ru’yatul Hilal Terhalangi oleh Mendung</p>
<p align="justify">8. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1337" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1337</a> Menggunakan metode Hisab dalam penentuan Ramadhan</p>
<p align="justify">9. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1340" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1340</a> Meneropong Keabsahan Ilmu Hisab</p>
<p align="justify">10. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=990" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=990</a> Penentuan Awal Hijriyah Bersama Pemerintah</p>
<p align="justify">11. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1336" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1336</a> Pendapat Para Ulama Tentang Perbedaan Lokasi Terbitnya (Mathla’) Bulan</p>
<p align="justify">12. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1335" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1335</a> Menyikapi orang yang melihat Hilal sendirian</p>
<p align="justify">13. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1341" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1341</a> Koreksi atas hadits terkait bulan Ramadhan (1)</p>
<p align="justify">14. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1342" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1342</a> Koreksi atas hadits terkait bulan Ramadhan (2)</p>
<p align="justify">15. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1343" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1343</a> Seputar fiqh kewanitaan di bulan Ramadhan (1)</p>
<p align="justify">16. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1344" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1344</a> Seputar fiqh kewanitaan di bulan Ramadhan (1)</p>
<p align="justify">17. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1347" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1347</a> Awas !!! Perkara Pembatal Pahala Puasa Kita</p>
<p align="justify">18. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1490" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1490</a> Fatwa Syaikh Utsaimin Seputar Bulan Ramadhan (baru)</p>
<p align="justify">19. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1500" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1500</a> Fatwa ‘Ulama tentang Ru`yah &#8211; Hisab (baru)</p>
<p align="justify">20. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1501" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1501</a> Hukum bersandar pada Hisab Falaki (baru)</p>
<p align="justify">21. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1502" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1502</a><br />
Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1430 H (baru)</p>
<p align="justify">22. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1504" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1504</a><br />
Menyambut Ramadhan Sesuai Tuntunan Nabi (baru)</p>
<p align="justify"><strong>b. Memasuki bulan suci Ramadhan</strong><br />
1. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=1106" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=1106</a> Introspeksi Diri di Bulan Suci Ramadhan</p>
<p align="justify">2. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=299" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=299</a> Keutamaan Puasa di Bulan Ramadhan</p>
<p align="justify">3. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=1354" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=1354</a> Hikmah &amp; Fadhilah (Keutamaan) Shaum</p>
<p align="justify">4. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=301" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=301</a> Wajibnya Puasa Ramadhan</p>
<p align="justify">5. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=302" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=302</a> Targhib (Penyemangat) Bagi yang Puasa Ramadhan</p>
<p align="justify">6. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=303" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=303</a> Ancaman bagi yang membatalkan Puasa Ramadhan</p>
<p align="justify">7. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=987" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=987</a> Amalan di bulan Ramadhan (Adab, Hikmahnya)</p>
<p align="justify">8. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1334" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1334</a> Puasa di hari yang diragukan</p>
<p align="justify">9. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=1318" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=1318</a> Hal-hal yang dianggap membatalkan Puasa</p>
<p align="justify">10. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=304" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=304</a> Hukum-hukum Dalam Puasa Ramadhan</p>
<p align="justify">11. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=755" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=755</a> Mengawali dan Mengakhiri Bulan Ramadhan</p>
<p align="justify">12. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=305" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=305</a> Niat dalam berpuasa wajib di bulan Ramadhan</p>
<p align="justify">13. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=306" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=306</a> Waktu Berpuasa dan yang berkaitan tentangnya</p>
<p align="justify">14. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=307" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=307</a> Sahur dalam Puasa di Bulan Ramadhan</p>
<p align="justify">15. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=1355" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=1355</a> Sahur dan yang berkaitan dengannya</p>
<p align="justify">16. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=988" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=988</a> Amalan di Bulan Ramadhan (Sahur dan Berbuka)</p>
<p align="justify">17. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1322" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1322</a> Sahur &amp; Berbuka</p>
<p align="justify">18. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1323" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1323</a> Keutamaan Malam Seribu Bulan</p>
<p align="justify">19. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=989" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=989</a> Amalan di Bulan Ramadhan (Ibadah malam Lailatul Qadr)</p>
<p align="justify">20. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=312" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=312</a> Kelapangan dan Kemudahan dalam Puasa Ramadhan</p>
<p align="justify">21. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=313" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=313</a> Petunjuk Berbuka seperti Rasulullah Shalallahu ‘alaihi Wassalam</p>
<p align="justify">22. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=320" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=320</a> Membayar Hutang Puasa (Qadha’) Sesegera Mungkin</p>
<p align="justify">23. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1321" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1321</a> Shalat Tarawih</p>
<p align="justify">24. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=321" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=321</a> Bagaimana Sholat Tarawih Sesuai Sunnah Rasulullah</p>
<p align="justify">25. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=752" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=752</a> Lagi, bagaimana Rasulullah sholat Tarawih/Lail &amp; ragam raka’atnya</p>
<p align="justify">26. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=759" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=759</a> Bantahan : Sholat Tarawih Rasulullah bukan 20 Raka’at</p>
<p align="justify">27. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=760" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=760</a> Ringkasan ragam sholat Tarawih &amp; qunut witir Rasulullah</p>
<p align="justify">28. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=798" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=798</a> Petunjuk tentang Qunut Witir Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam</p>
<p align="justify">29. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=760" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=760</a> Fatwa Syaikh Ibnu Taimiyyah dalam Qunut Witir</p>
<p align="justify">30. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=757" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=757</a> Malam Lailatul Qadar, malam Seribu Bulan</p>
<p align="justify">31. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=761" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=761</a> I’tikaf seperti Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam</p>
<p align="justify">32. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=762" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=762</a> Hukum-hukum sekitar I’tikaf dalam pandangan Ulama’ Ahlusunnah</p>
<p align="justify">33. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=341" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=341</a> Fatwa Syaikh tentang Hukum I’tikaf</p>
<p align="justify">34. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=1105" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=1105</a><br />
Koreksi Kekeliruan dalam Bulan Ramadhan</p>
<p align="justify">35. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=753" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=753</a> Hadits-hadits Lemah yang Berkaitan dengan Bulan Ramadlan</p>
<p align="justify">36. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=308" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=308</a> Hal yang wajib dijauhi oleh orang yg shaum (puasa)</p>
<p align="justify">37. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=319" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=319</a> Perkara perusak pahala puasa Ramadhan</p>
<p align="justify">38. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=309" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=309</a> Hal yang boleh dikerjakan oleh orang yg shaum</p>
<p align="justify">39. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1357" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1357</a> Mengoreksi kekeliruan dalam ibadah Ramadhan kita (1)</p>
<p align="justify">40. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1358" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1358</a> Mengoreksi kekeliruan dalam ibadah Ramadhan kita (2)</p>
<p align="justify">41. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1319" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1319</a> Jima’ Saat Puasa Ramadhan</p>
<p align="justify">42. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=758" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=758</a> Fatwa-fatwa Seputar Puasa dan Ramadlan</p>
<p align="justify">43. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=322" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=322</a> Kafarat / Denda dalam Puasa Ramadhan</p>
<p align="justify">44. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1349" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1349</a> Puasa bagi anak kecil yang belum baligh</p>
<p align="justify">45. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=756" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=756</a> Siapa yang layak membayar fidyah secara syar’i ?</p>
<p align="justify">46. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1356" target="_blank">http://www.salafy.or.id/modules/artikel2/artikel.php?id=1356</a> Fidyah &amp; yang terkait dengannya</p>
<p align="justify">47. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=777" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=777</a> Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam</p>
<p align="justify">48. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=778" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=778</a> Lagi, hadits-hadits lemah sekitar Ramadhan</p>
<p align="justify">49. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=121" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=121</a> Bagaimana Menunaikan Zakat Fithri</p>
<p align="justify">50. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=764" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=764</a><br />
Beberapa faidah ibadah berpuasa kita</p>
<p align="justify">51. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=766" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=766</a> Menunaikan zakat, upaya pembersihan harta kita</p>
<p align="justify">52. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=777" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=777</a> Zakat Fitrah seperti Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam</p>
<p align="justify">53. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=801" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=801</a> Manfaat Zakat Hati dan Zakat Harta (Maal)</p>
<p align="justify">54. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=785" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=785</a> Definisi Zakat dan Hikmah disyariatkannya Zakat</p>
<p align="justify">55. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=786" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=786</a> Anjuran berzakat dan ancaman bila tidak membayarnya</p>
<p align="justify">56. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=787" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=787</a> Hukum-hukum seputar zakat fitrah</p>
<p align="justify">57. <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=1107" target="_blank">http://www.salafy.or.id/salafy.php?menu=detil&amp;id_artikel=1107</a> Zakat Fitrah Pembersih Jiwa</p>
<p align="justify"><strong>c. Memasuki Hari Raya Iedhul Fithri</strong></p>
<p align="justify">1. Rangkuman artikel seputar Hari Raya Iedhul Fithri <a rel="nofollow" href="http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=800" target="_blank">http://www.salafy.or.id/print.php?id_artikel=800</a></p>
<p align="justify">Sumber : <a rel="nofollow" href="http://salafy.or.id/" target="_blank">Salafy.or.id</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuannisa.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuannisa.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuannisa.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuannisa.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuannisa.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuannisa.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuannisa.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuannisa.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuannisa.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuannisa.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=147&subd=abuannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuannisa.wordpress.com/2009/08/25/rangkuman-artikel-hukum-seputar-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/000fc85ec6b4fe351cd39a6993654e4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuannisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Jadwal Kajian Sekitar Kota Bogor</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/2009/05/03/agenda-talim-wilayah-jabodetabek/</link>
		<comments>http://abuannisa.wordpress.com/2009/05/03/agenda-talim-wilayah-jabodetabek/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 May 2009 19:10:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ta'lim]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/2007/07/16/agenda-talim-wilayah-jabodetabek/</guid>
		<description><![CDATA[Berikut ini jadwal kajian majelis ta’lim ahlussunnah waljamaah di sekitar kota bogor yang terdekat dengan rumah ane :
1. Aqidah, Fiqh dan Bahasa Arab
Materi : Kitabut Tauhid, Ad Darorul Mudhiyah dan Durusul Lughoh Al Arobiyah
Waktu : Setiap Ahad, Pukul 07.00 s.d 09.30 WIB (Kajian Mingguan)
Lokasi : Masjid Al Muhajirin, Komplek Griya Indah, Jalan Baru (Under Pass, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=44&subd=abuannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Berikut ini jadwal kajian majelis ta’lim ahlussunnah waljamaah di sekitar kota bogor yang terdekat dengan rumah ane :</p>
<p style="text-align:justify;">1. Aqidah, Fiqh dan Bahasa Arab<br />
Materi : Kitabut Tauhid, Ad Darorul Mudhiyah dan Durusul Lughoh Al Arobiyah<span id="more-44"></span><br />
Waktu : Setiap Ahad, Pukul 07.00 s.d 09.30 WIB (Kajian Mingguan)<br />
Lokasi : Masjid Al Muhajirin, Komplek Griya Indah, Jalan Baru (Under Pass, Samping Rumah Makan Taman Palem)<br />
Pengajar : Al Ustadz Abu Ismail Abdullah Kunto<br />
Peserta : Umum/Laki/Ikhwan/Perempuan/Akhwat</p>
<p style="text-align:justify;">2. Aqidah<br />
Materi : Kitab Fathul Majid<br />
Waktu : Setiap Sabtu, Pekan ke-4, Ba’da Ashar (Pukul 15.30 s.d 17.30) WIB (Kajian Bulanan)<br />
Lokasi : Masjid Al Muhajirin, Komplek Griya Indah, Jalan Baru (Under Pass, Samping Rumah Makan Taman Palem)<br />
Pengajar : Al Ustadz Muhammad Umar As Sewed<br />
Peserta : Umum/Laki/Ikhwan/Perempuan/Akhwat</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuannisa.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuannisa.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuannisa.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuannisa.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuannisa.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuannisa.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuannisa.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuannisa.wordpress.com/44/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuannisa.wordpress.com/44/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuannisa.wordpress.com/44/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=44&subd=abuannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuannisa.wordpress.com/2009/05/03/agenda-talim-wilayah-jabodetabek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/000fc85ec6b4fe351cd39a6993654e4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuannisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anugerah Itu Betul2 Datang…</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/2009/04/22/135/</link>
		<comments>http://abuannisa.wordpress.com/2009/04/22/135/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Apr 2009 05:54:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/2009/04/22/135/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam berbagai perjalanan hidup, dalam berbagai obrolan dengan berbagai kelompok orang, dalam berbagai peristiwa yang terjadi baik pada diri sendiri, peristiwa orang sekeliling, cerita tentang banyak orang besar, hampir tidak ada orang-orang sukses, berhasil, matang, tentram yang tidak melalui cobaan, musibah, masalah yang berat. 
Tentu saja cobaan dan musibah itu bukan lah yang indah untuk [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=135&subd=abuannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="justify">Dalam berbagai perjalanan hidup, dalam berbagai obrolan dengan berbagai kelompok orang, dalam berbagai peristiwa yang terjadi baik pada diri sendiri, peristiwa orang sekeliling, cerita tentang banyak orang besar, hampir tidak ada orang-orang sukses, berhasil, matang, tentram yang tidak melalui cobaan, musibah, masalah yang berat. <span id="more-135"></span></p>
<p align="justify">Tentu saja cobaan dan musibah itu bukan lah yang indah untuk dijalani. Namun jika kita mau melihat dari sudut pandang yang lain, ketika kita berada didasar putaran roda, hanya ada 1 arah berikutnya : berputar naik keatas. Sesuatu yang perlu kita syukuri. Justru orang-orang yang diataslah yang perlu ketakutan. Karena dipuncak roda, hanya ada 1 arah : berputar turun kebawah.</p>
<p align="justify">Cobaan, musibah dengan kebahagiaan dan kesenangan ibarat sebuah koin mata uang. Mereka adalah kekasih sejati. Ketika cobaan dan musibah sedang hadir, maka setidaknya ada harapan bahwa kebahagiaan akan hadir setelahnya.</p>
<p align="justify">Beberapa waktu lalu kami betul-betu mengalami semua ini, diberi suatu nikmat dan anugrah yang tiada ternilai dari alloh subhanahu wataala akan tetapi di dalamnya diberikan pula ujian yang begitu berat (menurut kami). Pada tanggal 27 Maret 2009, telah hadir dalam keluarga kami seorang bayi perempuan mungil dan cantik sebagai anak kedua dari hasil pernikahan kami. Akan tetapi perjuangan ibunya begitu berat, dalam proses kelahiran anak kami yang kedua itu, ibunya mengalami eklamsi (suatu penyakit yang saya sendiri baru dengar saat kejadian, padahal itu merupakan salah satu dari pengancam keselamatan ibu2 hamil). Subhanalloh, perjuangan malam itu begitu berat, ibunya mengalami kejang sampai lebih dari 4 kali, bahkan sampai mau masuk kamar bedah pun ibunya masih kejang. Malam itu, malam yang berat bagi kami, apalagi kalau mendengar penjelasan dokter bahwa kesempatan dan peluang untuk keduanya semuanya hanya tergantung pada mukjizat dari Alloh Subhanahuwataala. Siapapun akan menangis, menangis dan menangis jika dihadapkan pada kondisi seperti itu.</p>
<p align="justify">Subhanalloh, tengah malam itu jadi saksi kebahagiaan kami, orang yang kami cintai selamat…., bayi dan ibunya selamat, subhanalloh…. inilah kekuasaan-Mu Ya Alloh.</p>
<p align="justify">Semuanya adalah anugrah, anugrah dan betul-betul anugrah. Cobaan yang datang diiringi dengan  kebahagiaan yang teramat sangat.</p>
<p align="justify">Dan saat ini alhamdulillah semuanya semakin membaik, semakin pulih dan semakin menunjukan bahwa ini adalah salah satu bentuk Maha Kasih dan Maha Sayangnya Alloh Subhanahuwataala terhadap Kami.</p>
<p align="justify">Jadi ketika cobaan dan musibah datang bertubi-tubi tiada henti, kita hanya boleh bilang</p>
<p align="justify">Bersyukurlah…</p>
<p align="justify">Karena itu artinya sebuah kebahagiaan dan kesenangan yang setidaknya setara dengan musibah, cobaan dan kesedihan yang kita alami akan segera tiba.</p>
<p align="justify">Bersyukurlah…</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuannisa.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuannisa.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuannisa.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuannisa.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuannisa.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuannisa.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuannisa.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuannisa.wordpress.com/135/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuannisa.wordpress.com/135/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuannisa.wordpress.com/135/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=135&subd=abuannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuannisa.wordpress.com/2009/04/22/135/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/000fc85ec6b4fe351cd39a6993654e4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuannisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Membuat Blog di WordPress</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/2009/03/12/membuat-blog-di-wordpress-2/</link>
		<comments>http://abuannisa.wordpress.com/2009/03/12/membuat-blog-di-wordpress-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 19:54:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Bagi temen2 yang mungkin baru mengenal atau mungkin juga baru mau mencoba membuat sebuah blog (khususnya di wordpress), berikut ini langkah-langkah mudah untuk membuat dan memiliki sebuah blog gratis di wordpress :
1. Buka www.wordpress.com
2. Klik Sign Up
3. Isi form
a. Username: -&#62; isi nama blog sesuai dengan keinginan (paling sedikit empat huruf/angka)
b. Password: Isi password/kata sandi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=130&subd=abuannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:justify;">Bagi temen2 yang mungkin baru mengenal atau mungkin juga baru mau mencoba membuat sebuah blog (khususnya di wordpress), berikut ini langkah-langkah mudah untuk membuat dan memiliki sebuah blog gratis di wordpress :<span id="more-130"></span></p>
<p style="text-align:justify;">1. Buka www.wordpress.com</p>
<p style="text-align:justify;">2. Klik Sign Up</p>
<p style="text-align:justify;">3. Isi form<br />
a. Username: -&gt; isi nama blog sesuai dengan keinginan (paling sedikit empat huruf/angka)<br />
b. Password: Isi password/kata sandi (sedikitnya enam huruf/angka)<br />
c. Confirm: Ulangi password yang sama dengan di atas.<br />
d. Email Address: Isi email Anda (apabila belum punya email, buat dulu di gmail.com atau yahoomail.com)<br />
e. Legal flotsam: beri tanda tik di kotak yang tersedia sebagai tanda “setuju” dengan perjanjian.<br />
f. Beri tanda tik pada menu “Gimme a blog” (biasanya sudah otomatis ada tanda tik di sini).<br />
g. Klik “Next”<br />
h. Blog Title -&gt; Isi judul yang sesuai.<br />
i. Language -&gt; Pilih Bahasa Indonesia.<br />
j. Privacy -&gt; Kasih tanda tik (biasanya sudah ada otomatis).</p>
<p style="text-align:justify;">4. Klik Sign Up</p>
<p style="text-align:justify;">5. Akan muncul pesan sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>Your account is now active!<br />
You are now logged in as (username Anda).<br />
An email with your username, password, Akismet API key and important links has been sent to your email address.<br />
Write a post, change your template or visit the homepage.</p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">5. Itu berarti Anda sudah berhasil membuat blog. Silahkan login ke blog Anda. Berikut alamat penting untuk Anda:<br />
a. Untuk login, buka: http://namabloganda.wordpress.com/login.php<br />
b. Isi username (=nama blog) dan password.<br />
c. Klik “Write” atau “Tulis” untuk mulai membuat posting.<br />
d. Klik “Publish” atau “Tampilkan”</p>
<p style="text-align:justify;">6. Selesai (kalau mau udahan, jangan lupa klik “Log Out”).</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://afatih.wordpress.com/2007/11/11/membuat-blog-di-wordpress-com/"></a></p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya setelah mendaftar dan membuat acount wordpress, kita mulai masuh ke dashboard/ admin-nya WordPress.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah login, kita akan langsung masuk ke Dashboard atau Dasbor. Di situ terdapat dua baris menu utama. Yang bagian atas atau sebut saja “menu atas” ada menu Dasbor (Dashboard), (a) Tulis (Write), (b) Kelola (Manage), (c) Desain (Design), (d)Upgrade.</p>
<p style="text-align:justify;">Di bawahnya (saya sebut “menu bawah”) ada menu (a) Statistik blog (Blog Statistic), (b) Peselancar Blog (Blog Surfer), (c) Komentar Saya (My Comment), (d) Penyelancar Tag (Tag Surfer).</p>
<p style="text-align:justify;">1. Fungsi Menu-menu bagian Atas</p>
<p style="text-align:justify;">A. Tulis (Write): untuk (i) menulis posting tulisan kita; (ii) membuat Page / halaman statis / menu.</p>
<p style="text-align:justify;">C. Kelola (Manage), kalau diklik akan muncul 6 (enam) submenu lagi sbb:</p>
<p style="text-align:justify;">b.1. Tulisan (posts) berfungsi menampilkan artikel-artikel yang sudah kita posting. Kita juga dapat mengedit (menyunting) tulisan-tulisan tersebut dengan mengklik “sunting” atau “edit” di artikel yang akan diedit.<br />
b.2. Halaman (pages), berfungsi menampilkan halaman statis / Pages yang sudah kita buat. Di sini kita bisa mengedit halaman yang ada atau membuat halaman baru.<br />
b.3. Taut (Link) untuk menambah atau mengedit link / blogroll<br />
b.4. Kategori (Category), untuk mengedit, mendelete atau membuat kategori baru.<br />
b.5. Tag, untuk menambah, mendelete atau mengedit tag<br />
b.6. Kategori Taut (Kategori link).<br />
b.7. Pustaka Media, tempat link file atau image yang sudah diupload<br />
b.8. Impor, untuk mengimpor file content dari blog lain.<br />
b.9. Ekspor, untuk mengekspor file di blog ke blog lain.</p>
<p style="text-align:justify;">C. Komentar (Comment), kalau diklik akan muncul 3 (tiga) submenu lagi sbb:</p>
<p style="text-align:justify;">c.1. Komentar, menampilkan seluruh komentar di blog Anda. Di sini kita bisa mengedit atau mendelete komentar yang ada.<br />
c.2. Menunggu Moderasi (Waiting Moderation), kalau diklik akan menampilkan komentar yang masuk daftar moderasi yang bisa Anda edit dengan “setujui” (approve), hapus (delete), spam (dianggap spam).<br />
c.3. Akismet Spam, kalau diklik akan menampilkan komentar yang masuk daftar spam (sampah).</p>
<p style="text-align:justify;">D. Blogroll (tambah link)<br />
Kalau diklik akan muncul 4 (empat) submenu sbb:</p>
<p style="text-align:justify;">d.1. Kelola (manage) blogroll, untuk mengedit, merubah atau menghapus taut (link) yang ada.<br />
d.2. Tambahkan taut (Add link), untuk menambah link baru.<br />
d.3. Impor taut (Import link), untuk mengimpor daftar link dg OPML atau file di komputer kita.<br />
d.4. Kategori (category), kategorisasi link. Bedakan dengan kategori posting (lihat, b.4.)</p>
<p style="text-align:justify;">E. Tampilan (Presentation), kalau diklik akan muncul 5 (lima) submenu sbb:</p>
<p style="text-align:justify;">e.1. Tema (Theme), menampilkan daftar template yang bisa kita pilih untuk blog kita. Tinggal klik template yang kita suka.<br />
e.2. Widgets, untuk mengaktifkan widget dan memilih widget yang ingin kita tampilkan di sidebar.<br />
e.3. Extras, untuk mengaktifkan atau menon-aktifkan pratilik Snap. By default (aslinya) sudah aktif, klik tanda tik (uncheck) supaya tidak aktif. Saya lebih menganjurkan fasilitas Snap ini dinonaktifkan saja karena cukup mengganggu.<br />
e.4. Current Theme Options, berfungsi untuk (a) merubah header blog. Bisa diganti dengan header buatan sendiri; (b) Setting warna dan posisi sidebar blog; (c) Mengisi informasi personal untuk ditampilkan sebagai data waktu memberi komentar; dan (d) untuk reset (menghapus dan mengembalikan ke setting-an awal.<br />
e.5. Edit CSS, untuk merubah CSS template blog. Ini bagi blogger lanjut, tak cocok bagi pemula. <img class="wp-smiley" src="https://s-ssl.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=")" /></p>
<p style="text-align:justify;">F. Pengguna (Users)</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk menambah user / pengguna yang memiliki akses ke blog Anda sebagai kontributor, co-author, atau subscriber. Anda bisa memiliki lebih dari satu user untuk akses ke blog Anda.</p>
<p style="text-align:justify;">G. Opsi (Options). Kalau diklik akan muncul 8 (delapan) submenu sbb:</p>
<p style="text-align:justify;">g.1. Opsi Umum, berfungsi untuk (a) Membuat atau mengedit judul blog, (b) Slogan (deskripsi) blog, (c) Memilih / mengedit bahasa yang digunakan di blog, (e) Dll.</p>
<p style="text-align:justify;">g.2. Menulis atau Opsi Menulis, yang terpenting dalam submenu ini adalah menu “Kategori tulisan standar”. Pilih dari daftar kategori tentang kategori apa yang akan dipakai secara by-default di posting (saya piliha kategori fatih-syuhud). Ini artinya kalau saya lupa memakai kategori dalam sebuah posting, maka otomatis artikel tersebut akan masuk kategori fatih-syuhud.</p>
<p style="text-align:justify;">g.3. Membaca atau Opsi Membaca. (a) Halaman Depan (Frontpage), pilih “Tulisan Terakhir” (sudah otomatis); (b) Halaman Blog (Blog post), pilih berapa artikel yang tampil di halaman utama; (c) Umpan Sindikasi (Syndicated Feed), “Tunjukkan yang terkini:” pilih 10; “Untuk tiap artikel, tunjukkan:”, pilih Teks Penuh; (d) Feeds yang diperkaya (Rich feeds), kasih tanda tik (check) di semua kotak. Jangan lupa klik “Perbarui Opsi” atau “Update Options”</p>
<p style="text-align:justify;">g.4. Diskusi atau Opsi Diskusi</p>
<p style="text-align:justify;">g.4.i. Di “Penataan biasa untuk sebuah artikel:” yang terpenting di sini adalah kotak ketiga. Kasih tanda tik di “Izinkan orang untuk mengirim komentar pada artikel” supaya kotak komentar terbuka di bawah setiap artikel Anda.</p>
<p style="text-align:justify;">g.4.ii. Di “E-mail saya setiap kali:” (a) kasih tanda tik di kotak pertama bila Anda ingin dapat laporan ke email Anda setiap ada yang berkomentar di blog Anda; dan (b) kasih tanda tik di “Sebuah komentar ditahan untuk moderasi” apabila Anda ingin dapat email setiap ada komentar yang dimoderasi. Yang (b) ini khusus bagi blogger yang memoderasi kotak komentarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">g.4.iii. Di “Sebelum sebuah komentar muncul:” (a) Kasih tanda tik apabila ingin memoderasi setiap komentar (saran, sebaiknya tidak dimoderasi); (b) Kasih tanda tik di “Penulis komentar harus mengisi nama dan e-mail” apabila Anda ingin setiap komentator menulis alamat email dan situsnya; (c) Di “Penulis komentar harus mempunyai komentar yang disetujui sebelumnya” sebaiknya tidak dikasih tanda tik.</p>
<p style="text-align:justify;">g.5. Privasi (Privacy). Opsi Privasi. Kasih tanda tik di “Saya ingin blog ini tampak di mesin pencari seperti Google dan Sphere, dan di senarai publik milik WordPress.com.” supaya masuk mesin pencari google, yahoo, msn, dll.</p>
<p style="text-align:justify;">g.6. Hapus Blog atau Delete Blog.<br />
Awas! Menu ini jangan dibuka-buka, kecuali kalau memang Anda dan blog Anda sudah bosan hidup. <img class="wp-smiley" src="https://s-ssl.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=")" /></p>
<p style="text-align:justify;">g.7 yaitu OpenID dan g.8 Domain-domain. Submenu ini tidak begitu penting, yang penasaran silakan lihat sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Sumber : <a href="http://estopan.wordpress.com" target="_blank">estopan.wordpress.com</a> dan <a href="http://afatih.wordpress.com/2008/01/12/tutorial-wordpress/">www.fatihsyuhud.com</a></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuannisa.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuannisa.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuannisa.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuannisa.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuannisa.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuannisa.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuannisa.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuannisa.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuannisa.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuannisa.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=130&subd=abuannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuannisa.wordpress.com/2009/03/12/membuat-blog-di-wordpress-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/000fc85ec6b4fe351cd39a6993654e4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuannisa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="//s-ssl.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="//s-ssl.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" medium="image">
			<media:title type="html">)</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Anugerah Datang Lagi…</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/2008/08/24/anugerah-datang-lagi%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://abuannisa.wordpress.com/2008/08/24/anugerah-datang-lagi%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 04:41:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Warta Umum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/?p=120</guid>
		<description><![CDATA[Kemarin, sabtu tgl 22 agustus 2008, merupakan hari yang selayaknya disyukuri oleh kami sekeluarga. Soalnya, berdasarkan hasil test kehamilan, alhamdulillah istri ana sudah positif mengandung lagi.
Ceritanya sangat mengharukan, istri saya masih berharap memberikan ASI exlusive buat anak pertama (annisa hasna’ fauziyyah), tapi saya terus memerikan semangat dan dukungan bahwa kami telah dipercaya kembali oleh alloh, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=120&subd=abuannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;"><img class="alignnone size-full wp-image-123" src="http://abuannisa.files.wordpress.com/2008/08/tespek_istri.jpg?w=100&#038;h=11" alt="" width="100" height="11" /><span lang="SV">Kemarin, sabtu tgl 22 agustus 2008, merupakan hari yang selayaknya disyukuri oleh kami sekeluarga. Soalnya, berdasarkan hasil test kehamilan, alhamdulillah istri ana sudah positif mengandung lagi.</span><span id="more-120"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;"><span lang="SV">Ceritanya sangat mengharukan, istri saya masih berharap memberikan ASI exlusive buat anak pertama (<a href="http://heruruhendi.blogspot.com/2007/06/anaku-annisa.html" target="_blank">annisa hasna’ fauziyyah</a>), tapi saya terus memerikan semangat dan dukungan bahwa kami telah dipercaya kembali oleh alloh, sehingga bukannya menyesali tapi sudah selayaknyalah kami sangat mensyukurinya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;"><span lang="SV">Memang sih, anak pertama ana (<a href="http://ruhendi.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=37&amp;Itemid=27" target="_blank">annisa hasna’ fauziyyah</a>) saat ini masih berusia 14 bulan jadi menurut orang lain masih terbilang bayi untuk segera diberikan adik kembali. Tapi, ini adalah anugerah, amanat dan rezeqi yang tidak terhingga yang kami dapatkan, akhirnya rumah kami akan semakin ramai dengan kehadiran <a href="http://ruhendi.com/index.php?option=com_content&amp;task=view&amp;id=50&amp;Itemid=1" target="_blank">adiknya annisa hasna’ fauziyyah</a>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-top:6pt;text-align:justify;">Selamat datang anak-anakku…</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abuannisa.wordpress.com/120/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abuannisa.wordpress.com/120/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuannisa.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuannisa.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuannisa.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuannisa.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuannisa.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuannisa.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuannisa.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuannisa.wordpress.com/120/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuannisa.wordpress.com/120/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuannisa.wordpress.com/120/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=120&subd=abuannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuannisa.wordpress.com/2008/08/24/anugerah-datang-lagi%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/000fc85ec6b4fe351cd39a6993654e4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuannisa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://abuannisa.files.wordpress.com/2008/08/tespek_istri.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jual Beli dengan Sistem Kredit</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/2008/08/11/jual-beli-dengan-sistem-kredit/</link>
		<comments>http://abuannisa.wordpress.com/2008/08/11/jual-beli-dengan-sistem-kredit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 09:41:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Jual beli dengan sistem kredit (cicilan), yang ada di masyarakat digolongkan menjadi dua jenis:
Jenis pertama, kredit dengan bunga. Ini hukumnya haram dan tidak ada keraguan dalam hal keharamannya, karena jelas-jelas mengandung riba.
Jenis kedua, kredit tanpa bunga. Para fuqaha mengistilahkan kredit jenis ini dengan Bai’ At Taqsiith. Sistem jual beli dengan Bai’ At Taqsiith ini telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=117&subd=abuannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jual beli dengan sistem kredit (cicilan), yang ada di masyarakat digolongkan menjadi dua jenis:<span id="more-117"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Jenis <em>pertama</em>, kredit dengan bunga. Ini hukumnya haram dan tidak ada keraguan dalam hal keharamannya, karena jelas-jelas mengandung riba.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Jenis <em>kedua</em>, kredit tanpa bunga. Para fuqaha mengistilahkan kredit jenis ini dengan <em>Bai’ At Taqsiith</em>. Sistem jual beli dengan <em>Bai’ At Taqsiith</em> ini telah dikaji sejumlah ulama, di antaranya:</span></p>
<p><strong>As-Syaikh Nashirudin Al Albani</strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Dalam kitab <strong>As-Shahihah</strong> jilid 5, terbitan Maktabah Al Ma’arif Riyadh, hadits no. 2326 tentang “Jual Beli dengan Kredit”, beliau menyebutkan adanya tiga pendapat di kalangan para ulama. Yang <em>rajih</em> (kuat) adalah pendapat yang tidak memperbolehkan menjual dengan kredit apabila harganya berbeda dengan harga kontan (yaitu lebih mahal, <em>red</em>). Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih dari Abi Hurairah </span><span style="font-family:Symbol;"><span>r</span></span><span lang="SV">yang diriwayatkan oleh An Nasa’i dan At Tirmidzi, bahwa Rasulullah <span> </span>melarang transaksi jual beli (2 harga) dalam satu transaksi jual beli. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><br />
As Syaikh Al Albani menjelaskan, maksud larangan dalam hadits tersebut adalah larangan adanya dua harga dalam satu transaksi jual beli, seperti perkataan seorang penjual kepada pembeli: Jika kamu membeli dengan kontan maka harganya sekian, dan apabila kredit maka harganya sekian (yakni lebih tinggi). </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><br />
Hal ini sebagaimana ditafsirkan oleh Simaak bin Harb dalam <strong>As Sunnah</strong> (karya Muhammad bin Nashr Al Marwazi), Ibnu Sirin dalam <strong>Mushonnaf Abdir Rozaq</strong> jilid 8 hal. 137 no. 14630, Thoowush dalam Mushonnaf Abdir Rozaq jilid 8 no. 14631, Ats Tsauri dalam Mushonnaf Abdir Rozaq jilid 8 no. 14632, Al Auza’i sebagaimana disebutkan oleh Al Khaththaabi dalam <strong>Ma’alim As Sunan</strong> jilid 5 hal. 99, An Nasa’i, Ibnu Hibban dalam <strong>Shahih Ibni Hibban</strong> jilid 7 hal. 225, dan Ibnul Atsir dalam <strong>Ghariibul Hadits.</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><br />
Demikian pula dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam <strong>Al Mushonnaf</strong> bersabda:</span><span style="font-family:Symbol;"><span>r</span></span><span lang="SV">, Al Hakim dan Al Baihaqi, dari Abi Hurairah, bahwasanya Rasulullah <span> </span><br />
<em>“Barangsiapa yang menjual dengan 2 harga dalam 1 transaksi jual beli, maka baginya harga yang lebih murah dari 2 harga tersebut, atau (jika tidak) riba.”</em> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><br />
Misalnya seseorang menjual dengan harga kontan Rp 100.000,00, dan kredit dengan harga Rp 120.000,00. Maka ia harus menjual dengan harga Rp 100.000,00. Jika tidak, maka ia telah melakukan riba. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><br />
Atas dasar inilah, jual beli dengan sistem kredit (yakni ada perbedaan harga kontan dengan cicilan) dilarang, dikarenakan jenis ini adalah jenis jual beli dengan riba. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><br />
<strong>As-Syaikh Muqbil bin Hadi Al Waadi’i</strong> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV">Dalam kitabnya <strong>Ijaabatus Saailin</strong> hal. 632 pertanyaan no. 376, beliau menjelaskan bahwa hukum jual beli seperti tersebut di atas adalah dilarang, karena mengandung unsur riba. Dan beliau menasehatkan kepada setiap muslim untuk menghindari cara jual beli seperti ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><br />
Hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadits shahih dari Abi Hurairah yang diriwayatkan oleh An Nasa’i dan At Tirmidzi, bahwa <span> </span>melarang transaksi jual beli (2 harga) dalam satu</span><span style="font-family:Symbol;"><span>r</span></span><span lang="SV">Rasulullah <span> </span>transaksi jual beli. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><br />
Namun beliau menganggap lemahnya hadits Abu Hurairah sebagaimana yang diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam <strong>Al Mushonnaf</strong> bersabda:</span><span style="font-family:Symbol;"><span>r</span></span><span lang="SV">, Al Hakim dan Al Baihaqi, dari Abi Hurairah, bahwasanya Rasulullah </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="SV">“Barangsiapa yang menjual dengan 2 harga dalam 1 transaksi jual beli, maka baginya harga yang lebih murah dari 2 harga tersebut, atau (jika tidak) riba.”</span></em><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><br />
Hal ini sebagaimana disebutkan beliau dalam kitabnya <strong>Ahaadiitsu Mu’allah Dzoohiruha As Shahihah</strong>, hadits no.369. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><br />
Dalam perkara jual beli kredit ini, kami nukilkan nasehat As-Syaikh Al Albani:<br />
“Ketahuilah wahai saudaraku muslimin, bahwa cara jual beli yang seperti ini yang telah banyak tersebar di kalangan pedagang di masa kita ini, yaitu jual beli <em>At Taqsiith</em> (kredit), dengan mengambil tambahan harga dibandingkan dengan harga kontan, adalah cara jual beli yang tidak disyari’atkan. Di samping mengandung unsur riba, cara seperti ini juga bertentangan dengan ruh Islam, di mana Islam didirikan atas pemberian kemudahan atas umat manusia, dan kasih sayang terhadap mereka serta meringankan beban <span> </span>yang diriwayatkan Al Imam Al</span><span style="font-family:Symbol;"><span>r</span></span><span lang="SV">mereka, sebagaimana sabda Rasulullah <span> </span>Bukhari : </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span lang="SV">“Allah merahmati seorang hamba yang suka memberi kemudahan ketika menjual dan ketika membeli…”</span></em><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><br />
Dan kalau seandainya salah satu dari mereka mau bertakwa kepada Allah, <strong>menjual dengan cara kredit dengan harga yang sama sebagaimana harga kontan</strong>, maka hal itu lebih menguntungkan baginya, juga dari sisi keuntungan materi. Karena dengan itu menyebabkan sukanya orang membeli darinya, dan diberkahinya oleh Allah pada rejekinya, sebagaimana firman Allah: </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><br />
<em>… Demikianlah diberi pengajaran dengan itu orang yang beriman kepada Allah dan hari Akhir. Barang siapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluannya). Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki-Nya). Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu</em>. (<strong>Ath Thalaq</strong>: 2-3) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span lang="SV"><br />
Demikian nasehat dari As-Syaikh Al Albani. Sebagai kesimpulan, kami nasehatkan kepada kaum Muslimin, hendaknya memilih cara kontan jika menghadapi sistem jual beli semacam ini. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em>Wallahu a’lamu bisshawaab</em><span style="font-family:Symbol;"><span>?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Link Sumber : <a href="http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=74" target="_blank">Asy-Syariah Online</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abuannisa.wordpress.com/117/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abuannisa.wordpress.com/117/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuannisa.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuannisa.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuannisa.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuannisa.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuannisa.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuannisa.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuannisa.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuannisa.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuannisa.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuannisa.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=117&subd=abuannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuannisa.wordpress.com/2008/08/11/jual-beli-dengan-sistem-kredit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/000fc85ec6b4fe351cd39a6993654e4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuannisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Berdiri Untuk Menyambut</title>
		<link>http://abuannisa.wordpress.com/2008/08/11/hukum-berdiri-untuk-menyambut/</link>
		<comments>http://abuannisa.wordpress.com/2008/08/11/hukum-berdiri-untuk-menyambut/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 11 Aug 2008 09:07:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>abuannisa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abuannisa.wordpress.com/?p=111</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Seseorang masuk dalam keadaan saya di suatu majelis. Para hadirin kemudian berdiri, namun saya tidak berdiri. Haruskah saya berdiri? Apakah orang yang berdiri berdosa?
Jawab:
Anda tidak harus berdiri menyambut orang yang datang. Namun hal ini termasuk akhlak yang mulia. Barangsiapa yang berdiri untuk menjabat tangannya dan menuntunnya –terlebih lagi tuan rumah dan para pemuka– maka [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=111&subd=abuannisa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="fnu">Pertanyaan: Seseorang masuk dalam keadaan saya di suatu majelis. Para hadirin kemudian berdiri, namun saya tidak berdiri. Haruskah saya berdiri? Apakah orang yang berdiri berdosa?</span><span id="more-111"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="fnu">Jawab:</span><br />
<span class="fnu">Anda tidak harus berdiri menyambut orang yang datang. Namun hal ini termasuk akhlak yang mulia. Barangsiapa yang berdiri untuk menjabat tangannya dan menuntunnya –terlebih lagi tuan rumah dan para pemuka– maka ini merupakan akhlak yang mulia. Sungguh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berdiri menyambut Fathimah radhiyallahu ‘anha (putri beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, red), demikian juga Fathimah radhiyallahu ‘anha berdiri menyambut kedatangan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Para shahabat berdiri atas perintah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk menyambut Sa’d bin Mu’adz radhiyallahu ‘anhu ketika dia datang untuk menghukumi Bani Quraizhah. Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu ‘anhu berdiri di hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika Ka’b bin Malik radhiyallahu ‘anhu datang pada peristiwa diterimanya taubat beliau oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Thalhah menjabat tangannya, mengucapkan selamat kepadanya kemudian duduk.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="fnu">Ini merupakan akhlak yang mulia, dan perkaranya lapang. Yang dingkari adalah berdiri untuk mengagungkan. Adapun berdiri untuk menyambut tamu yang datang dalam rangka memuliakannya, menjabat tangannya, atau memberi salam hormat, ini merupakan perkara yang disyariatkan. Adapun dia berdiri untuk mengagungkan sedangkan yang lain duduk, atau dia berdiri ketika ada yang masuk tanpa menyambut atau menjabat tangannya, ini tidak pantas. Yang lebih keras (pelarangannya) adalah berdiri untuk mengagungkannya dalam keadaan (yang diagungkan itu) duduk, bukan untuk menjaga tapi semata untuk mengagungkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="fnu">Berdiri ada tiga macam:</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="fnu"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="fnu">Pertama: berdiri terhadap seseorang dalam keadaan orang itu duduk, seperti orang-orang ajam (non Arab) mengagungkan raja dan pembesar mereka. Hal ini tidak diperbolehkan, sebagaimana diterangkan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Oleh karena itu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan para shahabat untuk duduk ketika beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengimami shalat sambil duduk. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan mereka untuk duduk dan shalat bersama beliau sambil duduk. Ketika mereka berdiri, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan: “Hampir-hampir kalian mengagungkan aku sebagaimana orang-orang ajam mengagungkan pembesar mereka.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="fnu">Kedua: berdiri untuk kedatangan atau kepergian seseorang, tanpa menyambut atau menjabat tangannya, namun semata-mata untuk mengagungkannya. Hal ini minimalnya makruh. Dahulu para shahabat radhiyallahu ‘anhum tidak berdiri untuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau masuk kepada mereka, ketika mereka mengetahui ketidaksukaan beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap hal itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="fnu">Ketiga: berdiri untuk orang yang datang untuk menjabat tangannya atau menuntunnya untuk menempatkannya pada tempat tertentu, atau mendudukkannya pada tempatnya, atau yang serupa dengan itu. Hal ini tidak mengapa, bahkan termasuk Sunnah (Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, red) sebagaimana telah lalu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span class="fnu">(Dimuat dalam majalah Al-Arabiyyah dalam kolom Is`alu Ahla Adz-Dzikr, dari Fatawa wa Maqalat Ibn Baz, jilid 6)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Link Sumber : <a href="http://asysyariah.com/syariah.php?menu=detil&amp;id_online=601" target="_blank">Asy-Syariah Online</a></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/abuannisa.wordpress.com/111/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/abuannisa.wordpress.com/111/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/abuannisa.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/abuannisa.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/abuannisa.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/abuannisa.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/abuannisa.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/abuannisa.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/abuannisa.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/abuannisa.wordpress.com/111/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/abuannisa.wordpress.com/111/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/abuannisa.wordpress.com/111/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=abuannisa.wordpress.com&blog=1362456&post=111&subd=abuannisa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abuannisa.wordpress.com/2008/08/11/hukum-berdiri-untuk-menyambut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/000fc85ec6b4fe351cd39a6993654e4d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">abuannisa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>