//
you're reading...
Permata Salaf

Mutiara Hadits…

Rasulullah bersabda (yang artinya), “Sesungguhnya Islam pertama kali muncul dalam keadaaan asing dan nanti akan kembali asing sebagaimana semula. Maka berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba’).” (hadits shahih riwayat Muslim no. 145)

“Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba’). (Mereka adalah) orang-orang shalih yang berada di tengah orang-orang yang berperangai buruk. Dan orang yang memusuhinya lebih banyak daripada yang mengikuti mereka” (hadits shahih riwayat Ahmad)

“Berbahagialah orang-orang yang asing (alghuroba’). Yaitu mereka yang mengadakan perbaikan (ishlah)ketika manusia rusak” (hadits shahih riwayat Abu Amr Ad Dani dan Al Ajurry)

“Sesungguhnya barang siapa di antara kalian yang hidup sepeninggalku nanti maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Oleh karena itu wajib bagi kalian untuk berpegang teguh dengan sunnahku, dan sunnah Al Khulafa’ Ar Rasyidin yang terbimbing, berpeganglah erat-erat dengannya dan gigitlah ia dengan gigi-gigi geraham…” (Shahih, HR Abu Dawud, At Tirmidzi, Ad Darimi, Ibnu Majah dan lainnya dari sahabat Al ‘Irbadh bin Sariyah. Lihat Irwa’ul Ghalil, hadits no. 2455)

“Terus menerus ada sekelompok kecil dari umatku yang senantiasa tampil di atas kebenaran. Tidak akan memudharatkan mereka orang-orang yang menghinakan mereka, sampai datang keputusan Allah dan mereka dalam keadaan seperti itu.” (Shahih, HR Al Bukhari dan Muslim, lafadz hadits ini adalah lafadz Muslim dari sahabat Tsauban, hadits no. 1920)

“…. Umatku akan terpecah belah menjadi 73 golongan, semuanya masuk ke dalam neraka, kecuali satu golongan. Beliau ditanya: ‘Siapa dia wahai Rasulullah?’. Beliau menjawab: golongan yang aku dan para sahabatku mengikuti.” (Hasan, riwayat At Tirmidzi dalam Sunannya, Kitabul Iman, Bab Iftiraqu Hadzihil Ummah, dari sahabat Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash)

Dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha, ia berkata, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengisi shaff di dalam shalat yang kosong, niscaya Allah akan mengangkat satu derajatnya dan membangun sebuah rumah di Surga untuknya.” (HR. Ath-Thabrani, II/91)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ridha Allah tergantung kepada keridhaan orangtua dan murka Allah tergantung kepada kemurkaan orangtua.” (HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad, no. 2, Ibnu Hibbaan, no. 2026, at-Tirmidzi, no. 1899, dan al-Hakim, IV/151 – 152)

Imam Ahmad rahimahullaahu ta’ala berkata, “Prinsip-prinsip aqidah disisi kami (Ahlus Sunnah) ialah berpegangteguh dengan pemahaman para Shahabat, mengikuti mereka dan menjauhi perbuatan bid’ah dan setiap bid’ah adalah sesat.” (Syarah Ushuul I’tiqaad Ahlis Sunnah wal Jama’ah, I/176, no. 317)

Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bertakwalah kepada Allah dan cari (ambillah) yang baik dalam mencari rezeki (ambil yang halal dan tinggalkan yang haram).” (HR. Al-Hakim dalam Mustadraknya, I/5, no. 2136)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak menyukai orang (laki-laki) yang musbil (menjulurkan pakaiannya hingga di bawah mata kaki/isbal).” (HR. Ahmad, IV/246, V/63, 64, Ibnu Majah, II/1183, no. 3574, Abu Dawud, no. 4084, dan at-Tirmidzi, no. 2722)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jauhkanlah diri kalian dari setiap perkara-perkara yang baru (di dalam agama), karena setiap hal yang baru di dalam agama adalah bid’ah, dan setiap bid’ah adalah sesat.” (HR. An-Nasa-i, III/188 – 189)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa membaca ayat Kursi pada setiap selesai shalat wajib (fardhu’), maka tidak ada sesuatu pun yang dapat menghalanginya untuk masuk Surga selain kematian.” (HR. An-Nasa-i, no. 100, Ibnus Sunni, no. 124 dan ath-Thabrani, no. 7532)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Do’a seseorang di antara kalian akan dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa, lalu ia berkata, ‘Saya telah berdo’a tapi tidak dikabulkan.’” (HR. Al-Bukhari, no. 6340 dan Muslim, no. 2735)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seorang manusia meninggal dunia maka terputus seluruh amalannya kecuali tiga hal :
1. Shadaqah jariyyah.
2. Ilmu (agama) yang bermanfaat yang di amalkan.
3. Dan anak yang shalih yang mendo’akannya.”
(HR. Muslim, no. 1631)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wahai sekalian manusia, jauhilah dosa syirik, karena (perbuatan) syirik itu lebih samar daripada rayapan seekor semut di malam hari.” (HR. Ahmad, IV/403)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Amalan shalih yang paling dicintai Allah adalah yang kontinyu (terus-menerus) dikerjakan walaupun sedikit.” (HR. Al-Bukhari, no. 6464 dan Muslim, no. 782)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mendatangi orang pintar (tukang ramal) atau dukun, lalu ia mempercayai apa yang diucapkannya, maka sungguh ia telah kafir dengan wahyu yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. Ahmad, II/408, 429, 476, dan al-Hakim, I/8)

“Janganlah engkau menyekutukan Allah meskipun engkau dicacah/dibakar. Janganlah meninggalkan shalat wajib dgn sengaja, barangsiapa meninggalkannya, maka ia telah terlepas dari perlindungan Allah & janganlah meminum khamr, krena khamr adalah induk segala kejahatan.” (HR. Ibnu Majah no. 4034)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa memakai jimat, berarti ia telah berbuat syirik.” (HR. Ahmad, IV/156). Allah Jalla wa ‘Ala berada di atas langit lagi Mahatinggi. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman : “Apakah kamu merasa aman terhadap Dzat (Allah) yang ada di langit, bahwa Dia akan menjungkirbalikkan bumi bersamamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang.” (QS. Al-Mulk : 16)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hitunglah (dzikir) dengan ruas-ruas jari karena sesungguhnya (ruas-ruas jari) itu akan ditanya dan akan dijadikan dapat berbicara (pada hari Kiamat).” (HR. Abu Dawud, no. 1345)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang ingin berbekam, hendaklah ia berbekam pada tanggal 17, 19, dan 21 (bulan Hijriyyah), maka akan menyembuhkan setiap penyakit.” (HR. Abu Dawud, 3861, al-Hakim, IV/210, dan al-Baihaqi, IX/340)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang datang kepada dukun (tukang ramal), lalu menanyakan kepadanya tentang sesuatu, maka tidak akan diterima shalatnya selama 40 (empat puluh) malam.” [HR. Muslim, no. 2230 (125)]

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seseorang diangkat (di tinggikan) derajatnya di Surga.” Kemudian orang itu bertanya, “Wahai Rabbku, dari manakah aku mendapatkan semua ini?” Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : “Ini disebabkan permohonan ampun (istighfar) dari anakmu (kepada Allah ‘Azza wa Jalla) untukmu.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya, II/509, dan Ibnu Majah dalam Sunannya, II/294, 2954)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seseorang diangkat (di tinggikan) derajatnya di Surga.” Kemudian orang itu bertanya, “Wahai Rabbku, dari manakah aku mendapatkan semua ini?” Allah ‘Azza wa Jalla berfirman : “Ini disebabkan permohonan ampun (istighfar) dari anakmu (kepada Allah ‘Azza wa Jalla) untukmu.” (HR. Ahmad dalam Musnadnya, II/509, dan Ibnu Majah dalam Sunannya, II/294, 2954)

Perbuatan bid’ah di dalam agama adalah sesat dan tertolak.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang mengada-adakan hal yang baru di dalam urusan (agama) kami yang bukan berasal darinya, maka perbuatan tersebut tertolak.” (HR. Bukhari, no. 2697, Muslim no. 1718)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya sedekah itu memadamkan panasnya alam kubur bagi pelakunya. Dan sungguh, pada hari Kiamat, seorang mukmin akan bernaung di bawah naungan sedekahnya.” (HR. Ath-Thabrani dalam al-Mu’jamul Kabiir, XVII/286, no. 788)

Imam Abul Hasan al-Asy’ari rahimahullaahu ta’ala berkata, “Bahwasanya Allah Jalla wa ‘Ala berada di atas ‘Arsy-Nya sebagaimana firman-Nya : “Ar-Rahman, Yang bersemayam di atas ‘Arsy.’” (QS. Thahaa : 5) [Al-Ibanaah fii Ushuul Diyanah, hal. 17]

Ummat Islam mempunyai dua hari raya yaitu, ‘Idhul Fithri dan ‘Idhul Adh-haa adapun perayaan selain keduanya adalah perayaan yang bukan berasal dari Islam. Valentien adalah perayaan ummat Nasrani dan bukan perayaan ummat Islam, karena itulah ummat Islam dilarang dan haram merayakannya.

“Carilah waktu disaat terkabulnya do’a pada hari Jum’at, yaitu setelah shalat ‘Ashar hingga terbenamnya matahari.” (HR. At-Tirmidzi, no. 489)

‘Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat di kuburan.” (HR. Ibnu Hibban no. 2319)

“Sesungguhnya di antara sebab-sebab turunnya ampunan Allah adalah (dengan) menyebarkan salam dan berbicara yang baik.” (HR. Ath-Thabrani, no. 469)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku melihat ke dalam Surga, ternyata aku melihat mayoritas penghuninya adalah orang-orang fakir lagi miskin. Dan aku melihat ke dalam Neraka, ternyata aku melihat mayoritas penghuninya adalah kaum wanita.” (Muttafaqun ‘alaihi)

“Orang yang paling berhak mendapatkan syafa’atku pada hari Kiamat adalah, yang paling banyak bershalawat kepadaku.” (HR. At-Tirmidzi, no. 484)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kurma ‘Ajwah itu berasal dari Surga dan ia adalah penawar racun.” (HR. Ahmad, II/301)

“Setiap do’a terhalang (untuk dikabulkan) hingga bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Ath-Thabrani, IV/448)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan ditolak do’a antara adzan dan iqamah.” (HR. Ahmad, III/119, 155, 225)

“Barangsiapa membanggakan dirinya dan bersikap sombong dalam berjalan, ia akan bertemu Allah dalam keadaan murka kepadanya.”(HR. Al-hakim, I/60)

“Barangsiapa membaca surat al-Kahfi pada malam dan hari Jum’at akan diberikan cahaya baginya di antara dua Jum’at.” (HR. Al-Hakim, II/368)

“Tidak ada yang dapat mencegah takdir kecuali do’a, dan tidak ada yang dapat memberi tambahan pada umur kecuali kebajikan.” (HR. Al-Hakim, I/493)

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar radhiyallaahu ‘anhuma, ia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menyambung rambutnya dan yang diminta disambung, serta melaknat wanita yang mentato tubuhnya dan yang minta ditato.” (HR. Al-Bukhari, no. 5937, Muslim, no. 2124)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah lebih berbahagia (bergembira) dengan taubat seorang hamba daripada (kegembiraan) seseorang yang menemukan kembali barangnya yang telah hilang.” (HR. Bukhari, XI/102, no. 6308 , Muslim, IV/2103, no. 2744 – 2745)

“Barangsiapa membaca dua ayat dari akhir surat al-Baqarah pada malam hari, maka keduanya telah mencukupinya.” (HR. Al-Bukhari, V/107, no. 5051)

Imam asy-Syafi’i rahimahullaahu ta’ala berkata, “Aku benci (perbuatan) menginjak kuburan, duduk atau bersandar padanya.” (Al-Umm, I/246)

“Sesungguhnya ilmu diperoleh dgn sungguh-sungguh belajar, & sikap penyantun diperoleh dgn membiasakan diri untuk sabar.” (HR. Ibnul Jauzi, no. 93)

“Jika seorang dari kalian berbuka puasa, hendaklah ia berbuka dengan kurma, karena itu suatu keberkahan.” (HR. Ahmad, IV/17)

“Barangsiapa yang menjaga empat raka’at sebelum Zhuhur & empat raka’at setelahnya, maka Allah mengharamkannya dari Neraka.” (HR. Ahmad no. 26232)

“Semua tempat di muka bumi ini boleh dijadikan tempat shalat, kecuali perkuburan dan kamar mandi.” (HR. Ahmad, III/83, 96, Abu Dawud, no. 492)

“Meludah di dalam masjid adalah suatu kesalahan, dan kaffarahnya (penghapus dosanya) adalah dengan menimbunnya.” (HR. Al-Bukhari, no. 511)

“Barangsiapa meninggalkan tiga kali shalat Jum’at tanpa udzur, maka Allah menetapkannya sebagai golongan munafiq.” (HR. Thabrani, I/170, no. 422)

“Bersucilah dari air kencing, karena umumnya adzab kubur itu disebabkan (cipratan) air kencing.” (HR. Ad-Daruquthni, I/128, dan al-Hakim, I/183)

“Ada dua perkara jahiliyah yang masih dilakukan oleh ummatku, yaitu : 1. Mencela keturunan. 2. Dan meratapi kematian.” (HR. Muslim, no. 67)

Rasulullah bersabda, “Seluruh sumpah yang diucapkan tidak dengan Nama Allah, maka itu termasuk perbuatan syirik.” (HR. Al-Hakim, I/18)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap muslim.” (HR. Ibnu Majah no. 224)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap badan yang dagingnya tumbuh dari (sesuatu) yang haram, maka Neraka lebih layak bagi dirinya.” (HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iiman, no. 5375, Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliyaa’, I/65, no. 67, dan Abu Ya’la dalam Musnad, no. 78, 79)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sungguh barangsiapa tidak meminta (memohon) kepada Allah, maka Allah marah kepadanya.” (HR. Al-Bukhari, no. 658, At-Tirmidzi, no. 3373, Ahmad, II/442, dan Ibnu Majah, no. 3827)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang senang apabila Allah mengabulkan do’anya ketika dia mengalami kesulitan dan kesedihan hendaklah dia memperbanyak do’a di saat senang.” (HR. At-Tirmidzi, no. 3382, Abu Ya’la, V/454 no. 6365, 6366)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seorang muslim berwudhu, maka keluarlah dosa-dosanya dari pendengarannya, pengelihatannya, kedua tangannya, dan kedua kakinya. Apabila ia duduk untuk menanti shalat, ia duduk dalam keadaan diampuni dosa-dosanya.” (HR. Ahmad V/252)

Rasulullah bersabda, “Orang yang mahir membaca Al-Qur’an akan bersama para Malaikat yang mulia dan baik, sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan terbata-bata (tidak lancar tapi tetap berkemauan keras untuk berusaha), maka baginya dua pahala.” (HR. Al-Bukhari no. 4937, Muslim no. 798)

Dari Abu Barzah radhiyallaahu ‘anhu berkata, “Bahwasanya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam membenci tidur malam sebelum (shalat ‘Isya’) dan berbincang-bincang (yang tidak bermanfaat) setelahnya.” [HR. Al-Bukhari, no. 568, dan Muslim, no. 647 (235)]

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bacalah oleh kalian al-Qur’an karena ia (al-Qur’an) akan datang pada hari Kiamat kelak sebagai pemberi syafa’at bagi orang-orang yang (rajin) membacanya.” (HR. Muslim, no. 804)

Rasulullah bersabda, “Barangsiapa memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah akan memenuhi kebutuhannya. Barangsiapa melepaskan satu kesulitan dari seorang muslim (di dunia), maka Allah akan melepaskan darinya satu kesulitan dari kesulitan-kesulitan (pada) hari Kiamat.” (HR. Al-Bukhari, no. 2442)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sahur adalah makanan yang penuh berkah. Oleh karena itu janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya meneguk seteguk air. Sesungguhnya Allah dan para Malaikat-Nya bershalawat kepada orang-orang yang makan sahur.” (HR. Ahmad, III/12)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Ada tiga golongan manusia yang tidak akan ditolak do’anya, yaitu: 1. Orang yang berpuasa ketika berbuka. 2. Pemimpin yang adil. 3. Dan do’anya orang yang dizhalimi.” (HR. At-Tirmidzi, no. 2528, Ibnu Majah, no. 1752, Ibnu Hibban, no. 2407)

Dari Abu Qatadah al-Anshari radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya mengenai puasa pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram).” Beliau menjawab, “Berpuasa pada hari ‘Asyura’, dapat menghapus dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim, no. 1162, 1976)

Al-’Allamah Al-Muhaddits Asy-Syaikh Muhammad Nasruddin Al-Albani rahimahullaahu ta’ala berkata, “Tegakkanlah daulah Islam di hati kalian (dengan tauhid dan bertakwa kepada-Nya), niscaya akan terwujud daulah Islam di atas bumi kalian.” (Ma’alim Manhaj Salafi fi Taghyir, hal. 468)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa yang paling utama setelah (puasa) Ramadhan adalah (puasa) di bulan Allah yaitu (bulan) Muharram, dan shalat yang paling utama setelah shalat wajib adalah shalat (sunnah) yang dilakukan di malam hari.” (HR. Muslim, no. 1163)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat (sunnah) dua raka’at sebelum Shubuh lebih baik dari pada dunia dan seisinya.” (HR. Muslim, no. 725)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa menahan amarahnya padahal dia mampu untuk melampiaskannya maka Allah akan memanggil dan membanggakannya pada hari Kiamat di hadapan seluruh manusia sampai kemudian Allah membiarkannya memilih bidadari.” (HR. Ahmad, III/440)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat yang paling utama (baik) setelah shalat wajib adalah shalat (sunnah) yang dilakukan di malam hari (shalat Tahajjud).” (HR. Muslim, no. 1163)

“Menguap itu datangnya dari syaithan. Maka apabila salah seorang di antara kalian menguap, hendaklah ia menahan sekuatnya. Apabila tidak mampu maka hendaklah ia menutup mulut dengan tangan (kirinya) karena syaithan akan masuk bersamaan dengan waktu menguap itu.” (HR. Al-Bukhari, no. 3289)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang lain tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Abu Dawud, no. 4990, dan At-Tirmidzi, IV/557, no. 2315)

Syaikh Muhammad bin ‘Abdul Wahhab rahimahullaahu ta’ala berkata, “Islam adalah berserah diri kepada Allah dengan mentauhidkan-Nya, tunduk dan patuh kepada-Nya dengan ketaatan, dan berlepas diri dari perbuatan syirik dan para pelakunya.” (Syarah Tsalatsatil Ushul, hal. 68 – 69)

Imam al-Ghazali rahimahullaahu ta’ala berkata, “Sesungguhnya mengusap-usap dan menciumi kuburan (untuk mengalap berkah dari kuburan tersebut) maka itu merupakan adat istiadat kaum Yahudi dan Nasrani (dan bukan berasal dari Islam).” (Ihya’ Ulumuddin, I/254)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Wanita itu adalah aurat. Apabila ia keluar rumah, maka akan dibanggakan oleh syaithan.” (HR. At-Tirmidzi, no. 1173, Ibnu Khuzaimah, no. 1685 -1687, Ibnu Hibban, no. 5598 – 5599, Ath-Thabarani dalam Al-Kabiir, no. 10115)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kekayaan itu bukanlah dengan banyaknya harta, tetapi kekayaan yang sebenarnya itu ialah kaya hati (yaitu mempunyai sifat qona’ah atau menerima apa yang telah diberikan Allah berupa rezeki).” (HR. Al-Bukhari, no. 6446 dan Muslim, no. 1051)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Orang mukmin yang bergaul dengan manusia dan sabar terhadap kejahatan mereka lebih baik daripada orang mukmin yang tidak bergaul dengan manusia dan tidak sabar terhadap kejahatan mereka.” (HR. Bukhari, no. 388, At-Tirmidzi, no. 2507)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Kalau seandainya aku (boleh) memerintahkan seseorang untuk sujud kepada manusia maka akan aku perintahkan seorang wanita untuk sujud kepada suaminya (dikarenakan hak yang begitu besar).” (HR. At-Tirmidzi, no. 1159, Ibnu Majah, no. 1853)

Dari Abu Hayyaz al-Asadi berkata, “Ali bin Abi Thalib berkata kepadaku, ‘Maukah aku mengutusmu di atas tugas yang Rasulullah mengutusku? ‘Yaitu janganlah engkau biarkan sebuah patungpun kecuali kau hancurkan dan tidaklah kuburan yang tinggi kecuali kamu ratakan.” (HR. Muslim, no. 969)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya seorang Mukmin apabila berjumpa dengan Mukmin lainnya lalu ia mengucapkan salam dan saling berjabat tangan, maka berguguranlah dosa-dosa mereka sebagaimana daun yang berguguran dari pohonnya.” (HR. Ath-Thabrani, no. 245)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seorang laki-laki tidak boleh melihat aurat laki-laki lain dan seorang wanita tidak boleh melihat aurat wanita lain.” (HR. Muslim, no. 512)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya, berjalan di atas bara api atau pedang lebih aku sukai daripada berjalan di atas kubur seorang muslim.” (HR. Ibnu Majah, no. 1567)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr radhiyallaahu ‘anhuma, ia berkata,”Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarang shalat di kuburan.” (HR. Shahih Ibnu Hibbaan, no 2319) Imam Ibnu Hajar al-’Asqalany rahimahullah mengatakan, “Kuburan bukanlah tempat untuk beribadah.” (Fat-hul Baari, I/528)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang menempuh jalan dalam rangka menuntut ilmu (syar’i), maka Allah akan mudahkan dirinya jalan menuju Surga.” (HR. Muslim no. 2699, Ahmad II/252, 325, Abu Dawud no. 3641, 3643, at-Tirmidzi no. 2646, Ibnu Majah no. 223, 225)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari Akhir hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Bukhari, no. 6018, 6138 dan Muslim, no. 47)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar dan mengajarkan Al-Qur’an.” (HR. Al-Bukhari, no. 5027, Abu Dawud, no. 1452, At-Tirmidzi, no. 2909, dan Ibnu Majah, no. 211)

“Kalian tidak akan masuk Surga sampai kalian beriman. Dan tidaklah kalian beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah aku tunjukkan kepada kalian satu amalan yang jika kalian melakukannya maka kalian akan saling mencintai?” “Sebarkanlah salam di antara kalian.” (HR. Muslim, I/74, no. 54)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidaklah makhluk Allah dari golongan jin dan manusia serta tidak ada sesuatupun yang mendengar suara lantunan adzan dari seorang muadzin melainkan akan menjadi saksi kebaikan bagi si muadzin pada hari Kiamat.” (HR. Bukhari, no. 609)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Laksanakanlah sebagian shalat (sunnah) kalian di rumah kalian dan janganlah kalian menjadikannya kuburan.” (HR. Bukhari, I/528 – 529, no. 432)

Dalam suatu riwayat disebutkan, “Bagian bumi seluruhnya adalah masjid (tempat untuk shalat), kecuali kuburan dan kamar mandi.” (HR. Ahmad, XVIII/312, no. 11788)

Dalam riwayat lainnya,”Janganlah duduk di atas kuburan dan jangan shalat menghadapnya.” (HR. Muslim, II/668 no. 972)

Imam Nawawi rahimahullaahu ta’ala mengatakan, “Hadits ini menegaskan terlarangnya shalat menghadap ke arah kuburan.” (Syarh Shahih Muslim, VII/42)

Imam Ibnu Hajar al-’Asqalany rahimahullaahu ta’ala mengatakan, “Kuburan bukanlah tempat untuk beribadah.” (Fat-hul Baari, I/528)

Mahfumnya dari hadits dan keterangan para ulama di atas dapat kita ketahui bahwa kuburan bukanlah tempat untuk shalat, berdzikir, berdo’a, thawaf dan membaca al-Qur’an sebab memang kuburan bukan tempat untuk beribadah kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda, “Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati seseorang yang mengerjakan shalat (sunnah) empat raka’at sebelum ‘Ashar.” (HR. Abu Dawud, no. 1271 dan at-Tirmidzi, no. 430)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan berdo’a kepada selain Allah Subhanahu wa Ta’ala maka dia akan masuk Neraka.” (HR. Al-Bukhari, no 4497)

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Kekasihku, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan tiga perkara kepadaku : 1. Puasa tiga hari pada tiap bulan (hijriyah). 2. Dua raka’at Dhuha’. 3. Dan shalat Witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari, no. 1152 dan Muslim, no. 1159)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala menghalangi taubat setiap pelaku kebid’ahan.” (HR. Al-Baihaqi, ath-Thabrani dan Ibnu Abi ‘Ashim dalam As-Sunnah, no. 37)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada rezeki yang paling baik dan luas bagi seorang hamba selain rezeki berupa kesabaran.” (HR. Al-Hakim dalam al-Mustadrak, dan dishahihkan oleh al-Albani dalam Shahiihul Jaami’, no. 5626)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya jampi-jampi, tamimah (jimat-jimat), dan tiwalah (pellet, susuk, dan sejenisnya) termasuk syirik.” (HR. Abu Dawud, no. 3883, Ibnu Majah, no. 3530, dan Ahmad, I/381)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika seorang mukmin berbuat dosa, maka akan terdapat bintik hitam dalam hatinya. Jika dia bertaubat, berhenti dan meminta ampun, maka akan bersih kembali hatinya.” (HR. At-Tirmidzi, no. 3334, Ibnu Majah, no. 4244, dan Ahmad, II/297)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Puasa pada hari ‘Arofah (9 Dzulhijjah), akan menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.” (HR. Muslim, no. 1162, Ahmad, V/297, 308, 310 – 311, Abu Dawud, no. 2425 – 2426, an-Nasa-i, no. 2826, Ibnu Majah, no. 1730)

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Kekasihku, Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam mewasiatkan tiga perkara kepadaku : 1. Puasa tiga hari pada tiap bulan (hijriyah). 2. Dua raka’at Dhuha’. 3. Dan shalat Witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari, no. 1152 dan Muslim, no. 1159)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak ada (tidak sah) wudhu’ bagi orang yang tidak menyebut Nama Allah (bismillaah) padanya.” (HR. Ahmad, II/418, Abu Dawud, no. 101, at-Tirmidzi, no. 25, Ibnu Majah, no. 399, al-Hakim, I/146, al-Baihaqi, I/43 – 44)

Dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu berkata, “Kami diberi (batas) waktu oleh Rasulullah dalam mencukur kumis, memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan mencukur bulu kemaluan agar kami tidak membiarkannya lebih dari 40 malam.” (HR. Muslim, no. 258, Abu Dawud, no. 4200, An-Nasa-i, no. 14)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seorang muslim berwudhu’, maka keluarlah dosa-dosanya dari pendengarannya, pengelihatannya, kedua tangannya, dan kedua kakinya. Apabila ia duduk untuk menanti shalat, ia duduk dalam keadaan diampuni dosa-dosanya.” (HR. Ahmad V/252)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca ayat Kursi ketika akan tidur, maka ia senantiasa dijaga (dilindungi) oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak akan didekati oleh syaithan sampai terbit fajar Shubuh.” (HR. Bukhari, no. 2311/Fat-hul Baari, IV/487)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang hafal sepuluh ayat pertama dari surat al-Kahfi, maka dia akan terjaga dari fitnah Dajjal.” (HR. Muslim, no. 809, Ahmad, VI/449)

Dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melaknat laki-laki yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian laki-laki.” (HR. Abu Dawud, no. 4098, Ibnu Majah, no. 1903, al-Hakim, IV/194 dan Ahmad, II/325)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda, “Malu itu adalah salah satu cabang dari iman.” (HR. Muslim, no. 35)

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa ‘ala alihi wa sallam bersabda, “Emas dan sutera dihalalkan untuk wanita dari ummatku, dan diharamkan atas laki-laki.” (HR. Ahmad, IV/392 – 393, 394, 407, at-Tirmidzi, no. 1720 dan an-Nasa-i, VIII/161)

Diskusi

5 thoughts on “Mutiara Hadits…

  1. Assalamu’alaikum warahmatullah..
    Ana copy dan print mutiara haditsnya ya akh…
    Jazakallah khairan.

    Posted by abu hulwah | Agustus 3, 2008, 4:28 pm
  2. Assalamu’alaikum warahamtullohi wabarokatuhu……
    Syukron khaer yaa abi,,,,
    Ijin copas,,,,

    Posted by fadhilah | Januari 12, 2009, 4:20 pm
  3. assalamu’alaikum akh.cz postingan ini di copas d fb oleh seseorg,q minta izin share nggeh?

    Posted by dede jony | Juni 19, 2011, 2:36 pm
  4. Semoga kita termasuk orang yang selalu berpegang dengan kitabullah dan as sunnah secara benar.

    Posted by Viantra | Agustus 7, 2012, 5:04 am
    • Mudah2an didalam menjalankan sunahnya {ucapan, perbuatan. tingkah laku dan diam kita) tetap berpegang pada Kitab yang kita Imani Alquran, tidak kitab diluar Alquran yang bukan dari Alllah tapi dari tulisan tangan ciptaan Allah.

      Posted by Tejo P | Juli 30, 2013, 1:14 pm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: